primaberita-cara-pandang-anda-terhadap-uang
Editor Choice Lifestyle

Cek Disini, Apakah Cara Pandang Anda Terhadap Uang Sudah Benar?

Primaberita – Setiap orang pasti memiliki sudut pandang akan suatu hal. Sudut pandang tersebut yang nantinya akan menjadi penilaian (judgement) kita. Nah bagaimana dengan cara pandang anda terhadap uang?. Apakah sudah benar?. Dengan pandangan yang berbeda maka hasilnya juga akan berbeda.

Uang yang tadinya banyak perlahan-lahan akan habis hingga akhirnya tak punya apa-apa lagi untuk dibanggakan. Pastinya, Anda tak mau hal ini sampai terjadi, bukan? Maka dari itu, segera ubah cara pandang terhadap uang. Tapi, apakah Anda sendiri sudah menyadari bagaimana cara Anda melihat uang? Benar atau salah cara Anda melihat uang.

Cek tanda berikut ini untuk mengetahui cara pandang anda terhadap uang :

1. Menjadikan Uang sebagai Alasan untuk Hidup Boros

Seseorang yang jarang memegang uang banyak kemungkinan besar akan kaget saat dia diberikan banyak uang. Perasaan kaget inilah yang membuat seseorang tidak berpikir panjang saat menggunakan uang.

Apa yang ada di depan mata, langsung saja dibeli selagi mempunyai uang. Apakah Anda termasuk orang yang demikian? Jika ya, cobalah untuk segera berubah. Anda tidak boleh menjadikan uang sebagai alasan untuk hidup boros. Apapun ceritanya, Anda harus bisa berhemat karena masih ada pengeluaran untuk hari esok.

Baca juga : Ngantuk Saat Bekerja? Ini Penyebab Dan Tips Hilangkan Kantuk

2. Pemasukan Tak Sesuai dengan Pengeluaran

‘Pasak lebih besar daripada tiang’ dialami banyak orang. Hal ini terjadi karena seseorang lupa atau bahkan mengabaikan yang namanya anggaran belanja.

Padahal anggaran inilah yang dapat membantu seseorang untuk berhemat setiap bulan. Membuat anggaran memang tak mudah, Anda harus meluangkan sebagian waktu untuk membuat anggaran yang paling tepat. Tapi, tidak ada salahnya untuk dicoba. Toh, Anda juga sudah tahu jenis pengeluaran yang terjadi secara rutin setiap bulannya.

3. Beranggapan bahwa Kartu Kredit adalah Segalanya

Perlu diingat kalau kartu kredit bukanlah gaji atau pundi-pundi rupiah yang bisa diambil dan dihabiskan kapan saja. Anda punya tanggung jawab untuk melunasi uang yang dipakai saat tagihan sudah jatuh tempo.

Jika tidak dibayar, lama-kelamaan tagihan akan menumpuk yang menyebabkan kondisi keuangan Anda hancur berantakan. Untuk itu, penting menggunakan kartu kredit dengan bijak.

4. Sistem Gali Lubang Tutup Lubang

Prinsip ini sering diterapkan kala seseorang berutang. Nah, untuk melunasi utang-utang tersebut, seseorang rela meminjam uang kesana-kemari untuk membayar utangnya di tempat lain.

Hal ini disebabkan karena dari awal seseorang sudah salah dalam memandang uang, yakni cenderung tidak mempertimbangkan dampak dari perbuatannya saat ini di kemudian hari. Akibatnya, hidupnya pun menjadi melarat dari hari ke hari.

5. Berani Berhutang, Pada Akhirnya Pusing Kemudian

Berani berutang, maka Anda harus berani bertanggung jawab pula. Sebelum meminjam uang kepada siapapun, pertimbangkan dahulu jumlahnya. Hindari meminjam dalam jumlah yang terlalu besar kalau Anda tidak sanggup untuk membayarnya di kemudian hari.

Jadi, penting untuk menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kondisi dompet Anda kala itu.

6. Tidak Melakukan Perkiraan Kebutuhan setiap Bulannya

Agar estimasi yang dibuat di bulan selanjutnya tepat, sebaiknya catat semua pengeluaran yang terjadi selama satu bulan. Jika tidak sempat mencatat, cobalah untuk menyimpan bill atau struk belanja. Struk atau bill ini sejatinya bisa digunakan sebagai pedoman untuk membuat anggaran yang tepat pada bulan berikutnya.

7. Rasa Tidak Nyaman saat Mempunyai Uang

Orang pada umumnya justru senang kalau punya banyak uang, tetapi sebagian orang justru merasakan hal sebaliknya. Yakni, merasa kurang nyaman atau gelisah karena uang yang ada di dompetnya tidak habis-habis. Akibatnya muncul keinginan untuk belanja dalam jumlah berlebih, bahkan belanja untuk barang-barang yang sama sekali tidak dibutuhkan.

Daripada pusing memikirkan cara menghabiskan uang, lebih baik simpan saja uang di rekening tabungan. Bisa juga membuka rekening investasi untuk hari tua nanti.

8. Punya Prinsip Hidup hanya Sekali dan Harus Dinikmati

Banyak yang menjadikan YOLO (You Only Live Once) atau hidup itu hanya sekali sebagai alasan untuk hidup boros. Orang seperti ini biasanya kurang memikirkan masa depannya karena terlalu menikmati hari ini.

Sebenarnya bagus tetapi Anda harus tahu kalau hidup itu masih panjang. Jangan hanya memikirkan hari ini kalau Anda menginginkan masa tua yang bahagia.

Terkait : Usia 20-An? Lakukan 5 Hal Ini Agar Hidup Lebih Bermanfaat

Sebab kebahagiaan itu harusnya dimulai sejak usia dini. Cobalah bersikap cemat dan hati-hati saat menghabiskan uang agar hidup Anda tidak melarat di kemudian hari.

Jika Anda sudah terbiasa hidup boros, akan sulit untuk mengendalikan diri buat tidak hidup boros. Sebelum semuanya terlambat, cobalah memperbaikinya mulai dari sekarang. Hargai setiap lembar uang yang Anda punya dengan cara menggunakannya pada hal-hal yang sifatnya penting.

Ingatlah kalau Anda telah mengehabiskan banyak keringat untuk mendapatkan uang tersebut. Hindari menghabiskan uang untuk tujuan berfoya-foya atau mencari kesenangan semata. Sebab kebahagiaan yang dirasakan hanya bersifat sesaat.