Meski Populer, WhatsApp Menjadi Target Utama Para Peretas

PrimaBerita – Aplikasi pesan yang paling populer di dunia ialah WhatsApp. Karena ke populerannya itu para peretas membuat WhatsApp menjadi target utama. Berdasarkan Statista, terhitung pada Oktober 2019, WhatsApp telah memiliki 1,6 miliar pengguna aktif bulanan.

Angka ini unggul jauh dibandingkan pengguna aktif bulanan Facebook Messenger (1,3 miliar) dan WeChat (1,1 miliar). Akan tetapi, kepopuleran tersebut justru membuat WhatsApp sering menjadi target utama para peretas.

“Ini hukum ekonomi. Makin populer suatu aplikasi, usaha meretas aplikasi akan makin tinggi. Sama dengan OS Windows yang dulu sumber virus lalu sekarang posisinya digantikan oleh Android,” ujar Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya.

Pada intinya aplikasi apa pun yang populer menjadi magnet dan daya tarik penjahat. Peretas akan mengeroyok WhatsApp untuk mengeksploitasi celah keamanan dari WhatsApp.

“Yang namanya ciptaan manusia berupa peranti lunak  itu tidak ada yang sempurna karena manusia itu tidak sempurna. Maka selalu akan ditemui celah keamanan. Itu yang dieksploitasi,” ujar Alfons.

Alfons menekankan sesungguhnya aplikasi perpesanan lain juga dipastikan ada celah keamanan. Hanya saja WhatsApp menjadi incaran utama peretas karena memiliki basis pengguna yang paling besar.
Dihubungi terpisah, Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik.

Digital BSSN Brigjen TNI Bondan Widiawan juga setuju WhatsApp menjadi incaran utama peretas karena memiliki jumlah pengguna yang paling besar.

“Dengan tingginya penetrasi pengguna WhatsApp tersebut tentunya juga membuka peluang kerawanan dari perspektif keamanan siber,” kata Bondan.

Add a Comment