Primaberita.com – Puisi ‘Ambisi Jiwa’ yang di ciptakan oleh Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago langsung membuat heboh. Pasalnya puisi itu di bagikan melalui aplikasi pesan di WhatsApp.

Puisi itu diberi judul ‘Ambisi Jiwa’ itu disebut Irma bercerita tentang prajurit tua kerap berpidato tanpa isi. Saat ditanya siapa sosok ‘prajurit tua’ yang dimaksud, Irma tak menjawab gamblang.

Ia hanya menegaskan puisi ciptaan nya itu ditujukan bagi orang-orang yang tidak optimistis menatap masa depan.

“Pidatonya berapi-api tanpa isi, hanya luapan emosi dan modal kritisi. Buat semut-semut di dinding yang selalu tidak optimistis menatap masa depan,” ujar Irma.

Meski tak menjelaskan siapa sosok yang dimaksud Irma, namun sebagian pihak puisi itu di tujukan untuk Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Seperti berikut isi puisi “Ambisi Jiwa” yang dituliskan Irma :

AMBISI JIWA
Seorang prajurit tua mimpi di pagi buta 
Berjalan gagah dalam tepukan massa, membusung dada, mimpi jadi raja

Sorak sorai membunuh jiwa, membangun asa membelah persatuan dan kesatuan bangsa 
Dalam gelimang fitnah, hoax, dan SARA

Pidatonya berapi-api, tanpa isi,
Hanya luapan emosi dan modal kritisi
Sembako mahal! Indonesia hancur! 
Sampai dengan ‘tampang Boyolali’

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, prajurit tua belum juga terjaga, apalagi ingat salat subuh yang selalu alpa 
Ambisinya terus menari dalam mimpi
bertabur benci dan caci maki pada negeri

Hangat mentari pagi mengintip dari kisi-kisi jendela
prajurit tua belum jua ingin terjaga, 
sayang karena sorak sorai belum usai
Takut mimpi berakhir nestapa tiba 

Tiba-tiba terdengar teriakan 
‘Hai prajurit tua, bangunlah’
Sang Rajawali terduduk sepi sendiri di pembaringan tanpa selimut penghangat diri

Siang tiba membuka hari, berjingkat kembali ambisi merah saga 
Berbekal mimpi dini hari dan dengungan sorak sorai penggembira, prajurit tua melangkah dalam dendam membara

Dari balik pohon cemara api
Seekor nuri berbisik iba
Bangunlah pak tua, berikan optimismu pada Indonesia

Harga sembako di pasar masih terjaga, tempe 5000 masih setebal bata 
Indonesia masih akan tetap berjaya
Meski badai silih berganti tiba-tiba
Karena garuda Pancasila selalu siap siaga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Pancasila