Home / Politik / Candaan ‘Tampang Boyolali’ Bikin Ribut, Prabowo : Maksud Saya Bukan Menghina

Candaan ‘Tampang Boyolali’ Bikin Ribut, Prabowo : Maksud Saya Bukan Menghina

Primaberita.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya minta maaf atas lelucon ‘Tampang Boyolali’ yang akhirnya menimbulkan kegaduhan bahkan hingga terjadinya aksi demonstrasi di Boyolali sendiri beberapa waktu yang lalu.

Permintaan maaf Prabowo di rekam dalam sebuah video yang mana dalam kesempatan itu mantan Danjen Kopasus tersebut menjelaskan maksud dia menyebut ‘tampang Boyolali’ karena berempati atas kondisi rakyat Indonesia. Ketum Gerindra itu menyebut kesenjangan dan ketimpangan ekonomi makin terasa di Tanah Air.

“Dan maksudnya bukan menghina, justru empati. Jadi kalau saya bicara tampang, tampang di Boyolali, tampang Boyolali, kalau di Brebes tampang Brebes. Itu kan selorohnya dalam arti empati saya, solidaritas saya dengan orang,” ujar Prabowo dalam video tersebut.

Baca:  Ini Dia Khasiat Bawang Merah dan Bawang Putih Untuk Kesehatan

“Saya tahu kondisi kalian, kan gitu. Saya justru, yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan. Kan semua orang tahu di Indonesia ini makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang. Jadi maksud saya itu,” lanjut Prabowo.

Lebih jauh Prabowo pun menyebut dalam berdemokrasi tidak melulu harus serius, sedikit kelakar juga diperlukan. Namun, jika ada yang masih tidak terima dengan pernyataan ‘tampang Boyolali’ itu, Prabowo bersedia untuk berdialog.

Baca:  Berikut Ini Adalah Tips Yang Bisa Dilakukan Apabila Kamu Berada Dalam Toxic Relationship !

“Dan saya siap kalau mungkin diminta dialog langsung atau apa, nggak ada masalah. Kita baik-baik saja, kita bicara ini demokrasi kan, demokrasi kan harus, harus dinamis, harus… Kalau demokrasi ideologis,” tambah Prabowo lagi.

Sekedar informasi, candaan ‘tampang Boyolali’ Prabowo disampaikan saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10/2018) kemarin.

Ketika itu, Prabowo didampingi oleh Ketum PAN Zulkifli Hasan dan mantan Pangkostrad yang juga mantan Gubernur Jateng, Letjen (Purn) Bibit Waluyo. Dalam acara tersebut hadir sejumlah emak-emak relawan pendukung Prabowo-Sandi. Selain itu ada pula beberapa purnawirawan TNI.

 

 

 

Tinggalkan Balasan