Internasional Kesehatan Lifestyle

Penyebab Penyakit Asma Yang Harus Di Waspadai !

Primaberita.com – Sampai saat ini belum diketahui secara jelas apa saja penyebab asma. Akan tetapi serangan asma dapat terjadi ketika Anda terpapar pemicu asma. Pemicu asma ini dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Oleh karena itu bagi Anda atau orang terdekat yang memiliki asma, penting untuk memahami berbagai hal yang dapat memicu gejala asma. Berikut berbagai penyebab asma kambuh yang paling umum:

1. Alergi.

Alergi merupakan salah satu penyebab asma yang paling umum. Pasalnya, alergi dan asma saling berkaitan satu sama lain.

Pada orang yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuh justru menghasilkan antibodi bernama histamin untuk melawan  zat-zat yang sebenarnya tidak membahayakan. Misalnya makanan atau bulu binatang. Histamin kemudian akan beredar ke seluruh organ tubuh, seperti kulit, mata, hidung, saluran napas, paru-paru, dan saluran pencernaan lewat aliran darah. Akibatnya, tubuh akan memunculkan beragam reaksi berlebihan. Salah satunya adalah sesak napas khas asma.

Secara umum ada dua alergi yang dapat menjadi penyebab asma, yaitu alergi terhirup dan alergi makanan.

1. Alergi terhirup

Alergi dapat menjadi penyebab asma ketika seseorang menghirup udara yang mengandung zat-zat tertentu. Sekitar 80 persen orang dengan asma memiliki alergi yang disebabkan oleh bulu binatang, tungau debu, kecoa, hingga serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga.

Dalam sebuah penelitian, anak-anak yang tinggal di rumah banyak kecoanya empat kali lebih mungkin mengalami asma kambuhan dibandingkan anak-anak yang rumahnya bersih dari paparan kecoa.

2. Alergi makanan

Dalam kasus yang jarang, alergi makanan juga dapat menjadi penyebab asma. Gejala asma bisa terjadi ketika reaksi alergi berkembang makin parah menjadi syok anafilaktik setelah makan makanan tertentu.

Berikut beberapa makan yang paling sering menyebabkan gejala alergi di antaranya:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Kacang kacangan
  • Ikan
  • Kerang-kerangan
  • Kacang pohon (seperti kacang mete atau kenari)
  • Gandum
  • Kedelai
  • Buah segar

Gejala alergi makanan dapat berkisar dari ringan sampai berat, dan mungkin datang tiba-tiba atau selama beberapa jam. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang mungkin bereaksi terhadap jumlah yang sangat kecil dari alergen, alergi makanan sangat berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa terutama jika memengaruhi pernapasan. Karena itu, orang dengan asma memiliki peningkatan risiko untuk memunculkan reaksi alergi yang fatal terhadap makanan.

2. Olahraga.

Tidak semua orang yang gemar olahraga lantas akan mengalami asma. Namun khususnya pada orang-orang tertentu yang sudah punya asma sebelumnya, gejala mereka bisa bertambah parah akibat olahraga. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bagi orang yang tidak pernah punya asma (termasuk atlet) justru mengalaminya hanya saat mereka berolahraga. Kenapa?

Ketika berolahraga atau beraktivitas berat, seperti naik tangga contohnya, Anda mungkin tanpa sadar menarik dan buang napas lewat mulut. Cara bernapas seperti ini bisa penjadi penyebab asma muncul.

Mulut tidak memiliki rambut-rambut halus dan rongga sinus seperti hidung yang berfungsi membantu melembapkan udara yang masuk. Udara kering dari luar yang masuk ke paru lewat mulut akan memicu penyempitan saluran napas sehingga Anda sulit bernapas lega.

Anda mungkin mengalami gejala asma seperti sesak napas, batuk-batuk, dan napas mengi berbunyi “ngik-ngik” dalam 5-20 menit pertama berolahraga. Gejala asma karena olahraga tersebut biasanya dapat mereda dalam hitungan menit atau bahkan beberapa jam setelahnya.

Penggunaan inhaler asma sebelum memulai olahraga bisa jadi salah satu cara mencegah terjadinya serangan asma ketika berolahraga. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemanasan pelan-pelan lebih dulu sebelum memulai olahraga. Jangan pula memaksakan berolahraga terlalu berat di luar kemampuan tubuh.

3 Asam lambung naik.

Studi terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen orang pengidap asma ternyata juga memiliki riwayat penyakit GERD parah. Nyatanya, orang dengan penyakit asma hampir dua kali lebih rentan terkena GERD dibanding mereka yang bukan penderita asma.

GERD adalah gangguan pencernaan kronis yang ditandai dengan kenaikan asam lambung lebih dari 2-3 kali setiap minggu. Penyebabnya adalah katup berotot (sfingter) di ujung paling atas lambung tidak bisa menutup dengan baik untuk menjaga asam lambung tetap ada di dasar lambung. Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan. Jika asam lambung naik ke kerongkongan atau saluran napas, maka akan menyebabkan iritasi dan peradangan bronkus yang dapat memicu serangan asma.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, asam lambung dapat membuat gejala asma memburuk dan asma dapat memperburuk gejala refluks asam lambung. Penyakit GERD biasanya muncul pada saat tidur malam ketika penderitanya dalam posisi tidur berbaringg Itu mungkin juga kenapa gejala asma seringnya kambuh pada malah hari pada orang-orang tertentu.

Beberapa tanda yang menunjukkan refluks asam lambung sebagai penyebab asma termasuk:

  • Baru memunculkan gejala asma pada masa dewasa
  • Tidak memiliki riwayat penyakit asma dari keluarga
  • Gejala asma yang memburuk setelah makan besar atau olahraga
  • Gejala asma yang terjadi saat minum minuman beralkohol
  • Gejala asma yang terjadi pada malam hari atau saat berbaring
  • Obat asma kurang efektif dari biasanya
  • Tidak memiliki riwayat alergi atau bronkitis

Jika Anda memiliki salah satu dari tanda yang sudah disebutkan di atas, biasanya dokter akan melakukan tes khusus untuk memastikan diagnosis. Dengan begitu, dokter dapat menentukan perawatan yang tepat untuk Anda.

4. Merokok.

Orang yang merokok lebih cenderung terkena asma dibandingkan yang mereka yang tidak merokok. Jika Anda memiliki asma dan merokok, maka hal tersebut dapat membuat gejala asma semakin memburuk.

Wanita yang merokok selama hamil juga dapat meningkatkan risiko mengi pada janinnya. Tak hanya itu saja. Bayi yang ibunya merokok selama kehamilan juga memiliki fungsi paru-paru yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang ibunya tidak merokok.

Berhenti merokok merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi gejala asma sekaligus melindungi paru-paru Anda.

5. Batuk.

Selain alergi, batuk juga bisa jadi salah satu penyebab asma. Pemicu asma batuk biasanya adalah peradangan ataupun infeksi di saluran pernapasan, misalnya karena flu, rhinitis kronis dan sinusitis (radang sinus), dan bronkitis. Infeksi saluran pernapasan merupakan penyebab asma paling umum pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Infeksi pernapasan yang memicu asma ini dapat disebabkan karena virus atau bakteri.

Asma batuk sangat kurang terdiagnosis dan sulit diobati. Jika Anda mengalami batuk yang berkepanjangan, segera cek kondisi kesehatan Anda ke dokter spesialis paru-paru. Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah tes fungsi paru-paru guna melihat kinerja paru-paru Anda.

6. Obat-obatan tertentu.

Kebanyakan orang tidak pernah mengira bahwa obat-obat tanpa resep tertentu bisa memperburuk gejala asma. Ya, obat antinyeri NSAID seperti aspirin dan ibuprofen hingga obat penyakit jantung beta blocker bisa memperburuk gejala asma yang Anda miliki. Bahkan tak jarang, efek samping obat-obatan tersebut juga dapat berakibat fatal pada penderita asma.

Apabila Anda termasuk salah satu orang yang sensitif terhadap obat-batan tersebut, hindari ibuprofen, naproxen, dan diclofenac karena mereka bisa memicu serangan asma. Terlebih bagi Anda yang sudah punya riwayat asma.

Selalu konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat-obat tersebut sebelum Anda mengonsumsinya.

7. Pekerjaan tertentu.

Pekerjaan Anda bisa jadi penyebab asma suka kambuh tanpa disadari. Ini diakibatkan oleh pemicu-pemicu yang umum hadir di lingkungan kerja. Misalnya zat kimia, serbuk kayu, debu konstruksi, dan asap limbah pabrik.

Orang yang paling rentan mengalami asma okupasi adalah para pekerja konstruksi, peternak hewan, perawat, tukang kayu, petani, dan pekerja lain yang dalam kesehariannya mengalami paparan polusi udara dan zat kimia serta rokok yang bisa menimbulkan gejala asma.

Gejala asma okupasi biasanya hanya terjadi saat Anda sedang bekerja.

8. Malam hari.

Penelitian menunjukkan bahwa kasus kematian akibat asma paling banyak terjadi pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena meningkatknya paparan alergen, suhu udara, posisi tidur yang berbaring, atau bahkan produksi hormon tertentu yang mengikuti jam biologis tubuh. Selain itu, umumnya gejala sinusitis dan asma sering muncul di malam hari, terutama apabila lendir paru menyumbat saluran napas dan memicu gejala batuk khas asma.

Selalu menyediakan obat asma di samping tempat tidur adalah kunci utama untuk mengatasi asma malam hari dan mendapatkan tidur yang berkualitas.

9. Penyebab asma lainnya.

Selain yang sudah disebutkan d.i atas, penyebab asma lainnya juga bisa karena hal-hal remeh dan mungkin tak terpikirkan sebelumnya, seperti:

  • Bau-bauan yang kuat, misalnya parfum, bahan pembersih, dan lain sebagainya.
  • Udara dingin, perubahan suhu, dan kelembapan dapat menyebabkan asma.
  • Rasa cemas,menangis, berteriak, stres, marah, atau tertawa terlalu keras  juga dapat memicu serangan asma.

Beberapa penyakit berikut ini juga dapat menyebabkan beberapa gejala yang mirip asma, tapi pada dasarnya mereka bukan asma.

  • Mengi adalah satu dari sekian gejala asma yang dapat dikenali. Meski begitu bukan berarti orang yang mengalami mengi pasti memiliki asma. Pasalnya, mengi juga dapat menjadi gejala dari penyakit lain seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan pneumonia (infeksi paru-paru).
  • Asma jantung adalah bentuk dari gagal jantung yang gejalanya mirip dengan beberapa gejala asma biasa.
  • Disfungsi pita suara.
Bagikan:

Tinggalkan Balasan