Internasional Kuliner Lifestyle

Tanpa Kita Sadari Ternyata Kemungkinan Besar Wasabi Yang Kita Makan Itu Palsu!

Primaberita.com – Tanpa Kita Sadari Ternyata Kemungkinan Besar Wasabi Yang Kita Makan Itu Palsu! Kenapa demikian? Selain shoyu, wasabi adalah pelengkap wajib saat menyantap sushi. Condiment yang mirip pasta berwarna hijau ini aslinya berasal dari batang tanaman wasabi yang diparut. Kemungkinan besar Anda tidak pernah menikmati wasabi yang sebenarnya.

Harian “Washington Post” baru-baru ini menyebutkan bahwa 90% wasabi yang beredar di pasaran (di berbagai negara, bahkan di negara asalnya) bukanlah wasabi yang sesungguhnya, melainkan lobak (horseradish) yang diberi pewarna dan penguat rasa.

Tanaman wasabi (Wasabia japonica) yang berwarna hijau adalah kerabat kol dan lobak. Karena itu, wasabi sering disebut lobak Jepang, padahal berbeda. Batangnya yang dimanfaatkan sebagai condiment juga sering salah disebut sebagai rimpang atau akar.

Wasabi asli terbuat dari batang tanaman wasabi yang diparut dengan kulit hiu kering. Namun, kebanyakan wasabi di restoran sushi, terutama di luar Jepang, nyaris tak menggunakan wasabi asli sama sekali. Mengapa?

Secara alami, wasabi tumbuh di bantaran sungai di pegunungan Jepang. Butuh dua tahun hingga tanaman wasabi dewasa. Selain itu, hanya sedikit tempat yang cocok dijadikan lahan bertanam wasabi berskala besar, seperti di prefektur Shizuoka, Nagano, dan Iwate. Mereka yang pernah mencicipinya, mengatakan bahwa meski memiliki rasa pedas yang kurang lebih sama, rasa wasabi asli jauh lebih kompleks; disertai aftertaste manis dan tidak lebih ‘menggigit’ daripada wasabi palsu. Tak hanya itu, wasabi asli yang berasal dari keluarga tanaman Brassicaceae ini juga harus segera dimakan setelah diolah—lebih dari 15 menit, rasanya akan segera berubah.

Tak sekadar pedas, wasabi asli memiliki rasa herbal yang enak dan meningkatkan cita rasa ikan, bukan menutupinya. Karena itu sushi chef biasanya menaruh wasabi di antara nasi dan daging ikan agar rasanya terjaga. Semakin berminyak ikan tersebut, semakin banyak wasabi yang diberikan.

Di Jepang, produsen boleh menyebut produknya ‘wasabi’ jika di dalamnya terkandung minimal 5% wasabi asli. Selain batangnya, daun wasabi juga bisa dikonsumsi segar atau setelah diolah.

Wasabi asli bersifat antimikroba, antikarsinogenik, antiinflamasi, dan bisa mengencerkan darah. Efek positifnya bisa dirasakan jika kita mengonsumsinya sesendok teh per hari. Manfaat ini tentu tak didapat jika kita menyantap wasabi palsu.

Apalagi kalau bukan karena alasan ekonomi, wasabi palsu ini jadi tercipta? Sejauh ini, belum ada laporan penyakit atau kerugian yang diderita akibat mengkonsumsi wasabi palsu, sih. Tapi, tetap saja, saya (dan mungkin Anda) jadi penasaran mencoba wasabi yang sesungguhnya, bukan?

Semoga bermanfaat untuk sobat Prima semua ya ! Kalau ada kritikan dan saran, boleh comment di bawah ya 😀 Biar kita sama-sama saling berbagi nih sobat Prima. hihihihi… 😀

Nuwun… :$

Bagikan:

Tinggalkan Balasan