Nasional

Ceritakan Kronologi Pengakuan Ratna, Fadli Zon : Aktingnya Dahsyat!

Primaberita.com – Akibat kebohongan Ratna Sarumpaet, koalisi kubu Prabowo pun ikut terseret dan di tuding sebagai pelaku drama kebohongan tersebut. Salah satu yang namanya terseret adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Pria yang juga merupakan Wakil Ketua DPR itu di anggap sebagai salah satu orang yang ikut serta menyebar kebohongan Ratna Sarumpaet. Menanggapi hal itu, Fadli pun angkat bicara.

Ia mengaku pihaknya tak menyangka bahwa pengakuan Ratna tersebut ternyata hanya sebuah kebohongan semata. Sehingga, pihaknya pun disebut terseret dalam drama kebohongan itu.

“Kita kalah lah aktingnya dahsyat sekali. Nah tinggal ditelusuri aja di belakang ini apa. Saya setuju polisi selidiki aja. Apa motifnya, yang transparan semua, jelas,” ujar Fadli.

Lebih jauh Fadli pun membeberkan awal mula cerita pengakuan Ratna Sarumpaet kepada dirinya. Ia menjelaskan masalah kebohongan itu itu bermula dari foto lebam yang dikirim Ratna.

Usai menerima foto itu, Fadli mengaku langsung mengkonfirmasi kepada Ratna siapa sosok dengan wajah lebam tersebut. Ia menyatakan siap menunjukkan percakapannya dengan Ratna melalui WhatsApp.

“Dia mengirim foto ke saya, ke ajudan Prabowo, Said Iqbal, ditulis off the record 21 September malam. Saya sampai langsung bertanya, saya bisa tunjukkan WA saya sama RS (Ratna Sarumpaet) itu. Dan kalau misalnya ada yang menyadap, buka saja sadapannya WA, telepon saya. Saya langsung katakan itu siapa, karena saya nggak kenal. ‘Itu aku’ (jawaban Ratna),” ungkap Fadli.

Menerima jawaban Ratna, Fadli kemudian langsung menghubunginya melalui sambungan telepon. Dalam percakapan itulah Ratna kemudian mengaku dianiaya.

“Langsung saya telepon. Loh kenapa Bu Ratna?. ‘Saya dianiaya’ (jawaban Ratna). Kapan terjadinya, terus kenapa baru sekarang? kenapa nggak lapor polisi. ‘Ah nanti saya ini dulu lah’,” lanjut Fadli.

Fadli kemudian pada tanggal 30 September 2018 menemui Ratna di kediamannya Jalan Kampung Melayu, Tebet, Jakarta Selatan. Ia mendatangi rumah Ratna sekitar pukul 15.00 WIB usai menghadiri penyambutan obor Asian Para Games di Gedung DPR, Senayan.

“Di dalam antara lain saya mendengarkan kronologi yang diceritakan Bu RS. Saya anjurkan lapor ke polisi, buat visum, ini harus diungkap ke publik karena membahayakan. Saya lihat secara fisik lebam-lebam. Terus waktu sebelum saya ke luar dari rumahnya, dia bilang ‘aku sangat down, saya nggak terima perlakuan negara ini ke pada saya’. Itu kata dia,” imbuh Fadli.

Fadli mengaku berulang kali meminta Ratna untuk melapor ke polisi dan melakukan visum. Namun, kata Fadli, Ratna enggan kasus ‘penganiayaan’ itu menjadi konsumsi publik.

“Tiba-tiba Selasa pagi dan Senin malam banyak beredar foto-foto itu di WhatsApp. Saya nggak tahu dari mana beredarnya kabar RS dianiaya. Saya telepon waktu rapur (rapat paripurna DPR), karena ramai yang telepon saya. Saya tanya Bu Ratna ini foto sudah beredar sudah ada beritanya, bagaimana ini saya harus menjelaskan dan bagaimana ini saya harus menjawab. Kita nggak bisa mendiamkan ini, jadi akhirnya dia bilang ‘silakan lah’,” ujar Fadli lagi.

Lebih jauh Fadli mengatakan, Ratna kemudian meminta bertemu dengan capres nomor urut 02 sekaligus Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan tokoh lainnya seperti Amien Rais dan Said Iqbal.

Fadli mengatakan, ia bersama Prabowo dan tim pemenangannya pun percaya, mengingat Ratna memiliki reputasi yang baik di matanya. Tak ada sedikitpun buruk sangka terhadap pengakuan tersebut.

“Oleh karena itu Pak Prabowo kemudian mengambil konferensi pers dan menyampaikan ini. Bahwa ini suatu tindakan yang ini kan mengirim message kalau ini tindakan yang benar terjadi kita kan tidak tahu. Ini bukan suatu skenario yang kita tahu. Kita tidak tahu bahwa ini sebuah kebohongan dan setelah itu Pak Prabowo menulis surat untuk Kapolri untuk meminta waktu dan meminta ini diselidiki, minta waktu untuk ketemu dan untuk menyelidiki ini,” tutup Fadli.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan