Peristiwa

Hanya Karena Protes Adzan, Wapres JK Tak Setuju Meiliana Di Penjara

Primaberita.com – Kasus penistaan agama terkait protes adzan dengan tersangka Meiliana terus menuai pro dan kontra dari sejumlah kalangan termasuk dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut JK, vonis 18 bulan yang telah di jatuhkan kepada Meiliana harus di lihat dari segala sudut pandang.

Meski tak memahami benar seluk beluk perkara terkait peristiwa itu, JK mengatakan jika tidak seharusnya sampai di hukum dan di vonis penjara hanya karena mengeluarkan uneg-uneg dan permintaan. Ia menilai tak ada yang salah jika Meiliana hanya meminta pengeras suara yang digunakan masjid dikecilkan volumenya.

“Apa yang diprotes Ibu Meiliana saya tidak paham, apakah pengajiannya atau azannya, tapi tentu apabila ada masyarakat yang meminta begitu tidak seharusnya dipidana,” ujar JK.

Lebih jauh ia pun menegaskan agar masjid di seluruh Indonesia menyesuaikan volume pengeras suara. Suara dari pelantang yang digunakan di masjid tak boleh melampui masjid lain. Terlebih rata-rata jarak antar-masjid di daerah padat penduduk sekitar 500 meter.

Namun demikian, proses hukum terhadap Meiliana telah di jatuhkan. Ia  divonis penjara 18 bulan oleh Pengadilan Negeri Sumatera Utara pada Selasa, 21 Agustus 2018 kemarin.

Meiliana yang merupakan warga Tanjungbalai, Sumatera Utara, itu dinilai terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penghinaan suatu golongan di Indonesia terkait ras, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan, atau kedudukan menurut hukum tata negara.

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan