Peristiwa

Dinilai Sesat, Pimpinan Kerajaan Ubur-Ubur Diamankan Polisi

Primaberita.com – Masyarakat Banten khususnya di lingkungan Sayabulu, Kota Serang merasa sangat resah terkait keberadaan Kerajaan Ubur-Ubur. Karena keresahan itu, pihak Kepolisian pun melakukan penyelidikan atas dugaan adanya penyebaran aliran diduga sesat tersebut.

Menurut keterangan Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin yang telah memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang pengurus Kerajaan Ubur-ubur Sony (seksi keamanan) dan Nursalim (Ketua Program Kerajaan Urusan Ritual), belum ditemukan indikasi penipuan.

Namun ia menambahkan warga sekitar mengadu karena merasa terganggu dengan ritual yang dilakukan kelompok ini selama dua tahun terakhir ini. Terkait penamaan kumpulan tersebut, Komarudin belum mendapatkan jawaban.

“Ritual mereka dinilai aneh oleh warga. Dilakukan semalaman, mereka bilang zikir, tapi bacaannya bukan zikir. Mereka asal pakai nama saja, supaya gampang diingat”  ujar Komarudin.

Akan tetapi, Komarudin menilai perkumpulan ini adalah sesat karena beranggotakan delapan orang dari Jawa Tengah ini mengaku beragama Islam, namun melakukan kegiatan yang tidak lazim seperti menyebut Allah SWT memiliki makam (kuburan).

Selain itu, kelompok ini juga menyebarkan paham di sosial media yang berisikan ajaran bahwa Allah SWT memiliki makam menyerupai petilasan dan menyebut Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan.

“Ini jelas tidak masuk akal menurut ajaran Islam, mereka menyebut Allah SWT memiliki makam dan Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan. Bahkan yang pergi haji mencium Hajar Aswad, karena dianggap kelamin perempuan. Kabah pun bukan lah kiblatnya umat Muslim, namun tempat pemujaan berhala. Ini kan benar benar aneh dan tidak masuk akal,” lanjut Komarudin.

Sejauh ini, pihak Kepolisan bersama MUI telah mengamankan pimpinan kerajaan Ubur-Ubur yakni Rudi dan Aisyah  serta sejumlah dokumen yang terkait dengan aktifitas mereka untuk di lakukan investigasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan