Politik

Kelaparan Di Maluku, Fadli Zon Minta Presiden Jokowi Tidak Sibuk Pencitraan

Primaberita.com – Politikus Gerindra yang juga merupakan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon kembali menyerang Presiden Joko Widodo lewat komentar dan kritik pedas terkait kasus kematian karena kelaparan di Maluku.

Ia pun meminta pemerintahan Jokowi tidak sibuk pencitraan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 karena seharusnya lebih memperhatikan permasalahan-permasalahan bangsa seperti kelaparan di Maluku.

“Jadi ini harus diperhatikan betul oleh pemerintah, jangan sibuk memoles diri dengan pencitraan. Jangan sampai saat rakyat sedang tertimpa musibah kelaparan, pemerintah malah sibuk menjamu rekan koalisi di Istana dan para menteri sibuk berkampanye dengan memanfaatkan fasilitas negara,” celoteh Fadli.

Seperti diketahui, sebelumnya dikabarkan 3 orang warga komunitas adat di Maluku meninggal dunia karena kelaparan. Fadli pun mengatakan jika hal ini sudah di sampaikan kepada Menkeu Sri Mulyani.

Fadli menilai kasus tersebut sangat ironis dimana anggaran bantuan sosial dari pemerintah semestinya bisa mengatasi kasus-kasus gizi buruk, terlebih anggaran tahun ini melebihi anggaran pada tahun lalu.

“Hingga April kemarin, belanja Bansos bahkan meningkat hingga 138,76%, alias lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan belanja Bansos tahun lalu.” tambah Fadli.

Kenaikan anggaran Bansos ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan pos-pos belanja lainnya. Mestinya anggaran tersebut bisa mengatasi, bahkan mencegah masalah-masalah semacam ini,” tuding Fadli.

Lebih jauh, Fadli pun meminta pemerintah tidak boleh memandang sebelah mata peristiwa di Maluku tersebut. Ia menyinggung kembali kejadian luar biasa (KLB) di Asmat, Papua.

“Seharusnya pemerintah bisa belajar dari kasus gizi buruk yang pernah menyerang suku Asmat pada akhir tahun 2017. Jangan sampai kejadian luar biasa semacam itu terus terulang dalam berbagai varian,” tutup Fadli.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan