Politik

Ini Klarifikasi Pihak Sekolah Yang Pecat Guru Karena Pilih Ridwan Kamil Di Pilgub Jabar

Primaberita.com – Pemecatan seorang guru bernama Robiatul Adawiyah terkait memilih Ridwan Kamil dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat kini tengah viral di media sosial. Menanggapi perihal kabar tersebut, pihak sekolah (SDIT Darul Maza) pun angkat bicara.

Melalui seorang guru bernama Tri, SDIT Darul Maza mengklarifikasi jika kabar yang beredar dan viral di media sosial itu hanya sebuah kesalah-pahaman. Menurutnya tak ada pemecatan terhadap Robiatul Adawiyah.

“Saya bisa sampaikan semua yang terjadi sudah selesai, sudah tidak ada masalah apapun, sudah clear, sudah diselesaikan dengan musyawarah. Itu hanya kesalahpahaman. Tidak ada yang dipecat atau di-PHK,” tegas Tri.

Lebih jauh, Tri mengungkapkan jika hal ini adalah kesalahpahaman komunikasi via Whatsapp. Dia menduga ada faktor emosi berbicara sehingga salah paham. Tri juga menegaskan tidak ada arahan dari pihak sekolah untuk memilih salah satu calon.

“Kalau terucap sedikit emosi ya namanya manusia, apalagi habis pilkada, tapi semua itu tidak ada hubungannya dengan pemilihan siapapun, yang ditentukan atau dipush ‘kamu harus milih ini, kamu harus milih ini’. Itu tidak ada, jadi semua bebas,” lanjut Tri.

Tri pun menginformasikan jika dirinya sudah bicara dengan Robiatul setelah percakapan di Whatsapp itu viral. Dia menegaskan sudah tidak ada masalah dengan Robiatul dan statusnya masih guru di SDIT Darul Maza.

“Di sini memang tidak ada paksaan harus memilih (satu calon). Tidak ada. Kami welcome, kita telponan, haha hihi saja. Karena kami asik-asik aja, nggak masalah. Statusnya masih guru, tidak ada pemecatan,”  tambah Tri lagi.

Sekedar informasi, perihal rumor pemecatan Robiatul Adawiyah terkait memilih Ridwan Kamil di Pilgub Jabar bermula ketika percakapan antara Robiatul dan seseorang bernama Fahrudin. Fahrudin mempertanyakan sikap Robiatul yang memilih Ridwan Kamil dan menyebut pilihan itu lain dengan arahan yayasan.

Dalam percakapan itu Fahrudin kemudian mengatakan hanya ingin bekerja sama dengan staf yang satu visi dan misi dengan yayasan. Robiatul lalu meminta kepastian dan dijawab Fahrudin yang akan memberi surat keterangan.

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan