Primaberita.com – Wakil Ketua DPR yang juga merupakan politisi Partai Gerindra Fadli Zon meminta Kementrian Agama mencabut daftar 200 mubalig yang di rekomendasikan. Menurut Fadli, daftar tersebut hanya menimbulkan kegaduhan dan perpecahan umat Islam.

Ia menilai, hal yang dilakukan Kementrian Agama itu tidak ada guna nya sama sekali. Bahkan Fadli menegaskan jika daftar tersebut hanya menimbulkan tafsiran terhadap selera dan pilihan ideologi politik tertentu.  Selain itu, Kemenag dinilai tidak punya kompetensi untuk melakukan asesmen terhadap para ustadz dan ulama.

“Menurut saya supaya tidak menimbulkan kegaduhan ditarik saja, dicabut saja yang 200 nama itu. Untuk apa juga gunanya, hanya menimbulkan perpecahan dan juga menimbulkan syak wasangka. Memang mereka punya standarisasi apa? Emang bisa ulama disertitikasi?,” ujar Fadli.

“Emangnya montir disertifikasi. Kalau montir kan keahliannya memang jelas. Dia tau, bisa diukur. Tapi kalau yang namanya ulama mau disertifikasi, mau kemudian dibikin penyeragaman harus teduh dan sebagainya, emangnya kita ini negara fasis, negara otoriter? Kan sudah memilih demokrasi, jadi orang bebas berpendapat sesuai dengan koridor yang ada.” lanjut Fadli.

Seperti diketahui, sebelumnya ada sekitar 200 nama mubalig yang dikeluarkan Kementrian Agama diberitakan menimbulkan pro-kontra. Namun hingga kini pihak Kemenag belum berencana mencabut daftar tersebut dan masih terus menuai kritikan.