Primaberita.com – Kehebohan terkait adanya perbedaan mengenai tanggal merah Isra Mi’raj 13 atau 14 April menjadi perdebatan di kalangan netizen. Untuk menghindari perdebatan yang lebih besar dan bisa memicu kebingungan publik, pemerintah akhirnya telah membuat keputusan.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018, libur Isra Mikraj jatuh pada 14 April 2018 atau hari Sabtu.

Surat keputusan tersebut telah ditandatangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Berikut isi pernyataan Menteri Agama dan Menpan-RB :

“Memang ada beda cara penghitungan hari. Jika kamariah, masuknya hari dihitung setelah ghurub asy-syamsi (terbenamnya matahari). Dengan cara itu, ketika tanggal 26 Rajab (setelah magrib tiba), berarti sudah masuk Isra Mikraj atau tanggal 27 Rajab. Bedanya dengan penanggalan masihiyyah(masehi), hitungan masuk hari ditandai setelah pukul 00.00. Jadi, ketika Jumat malam setelah magrib memang masih tanggal 13 April sampai pukul 00.00. Esok harinya, Sabtu tanggal 14 April,” tegas keterangan dari Kemenag.

“Dalam Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018, telah ditetapkan bahwa Hari Libur Nasional Tahun 2018 ada 16 hari, salah satunya tanggal 14 April 2018, yang jatuh pada hari Sabtu, yakni dalam rangka Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW,” tulis keterangan Kemenpan-RB.