MotoGP

Bela Marquez, Bos Honda : Dia Panik Karena Terus Mendapat Hukuman

Primaberita.com – Aksi serudukan dan ugal-ugalan Marc Marquez kepada Valentino Rossi kala mentas di GP Argentina akhir pekan kemarin masih terus menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan pecinta dan penikmat MotoGP.

Meski banyak yang memberikan komentar dan kritikan pedas kepada rider berjuluk The Baby Alien itu, namun banyak juga yang memberikan pandangan perspektif dan membela Marquez. Salah satunya adalah  Bos Repsol Honda, Alberto Puig.

Puig menjelaskan bahwa Marquez melakukan rangkaian kejadian konyol tersebut karena sang pembalap panik. Menurutnya, Marquez panik karena motornya sempat mati plus menerima hukuman demi hukuman.

“Saya pikir itu benar-benar hari yang rumit bagi Marc. Biasanya, motornya tidak mengalami masalah di grid dan itu adalah poin awalnya. Dari sana, maksud saya terjadi kelanjutan dari keadaan yang membuat menjadi semakin rumit,”ujar Puig.

“Pastinya seorang pembalap bertindak berdasarkan apa yang dia pikirkan dan percayai ketika dia melihat situasi itu. Sebagaimana yang Anda bisa bayangkan ketika Anda berada di grid awal dengan 20 pembalap di belakang Anda dengan mesin motor mereka yang menyala, Anda ingin berada dalam posisi yang aman,” lanjut Puig.

Sekedar informasi, sebelum menerima hukuman pemangkasan waktu sebanyak 30 detik karena menyeruduk Rossi, Marquez juga telah dihukum melakukan start dari pitlane karena mesin motor nya mendadak mati sesaat sebelum balapan di mulai.

Setelah itu, juara bertahan MotoGP itu juga dihukum turun satu posisi setelah menyeruduk kompatriotnya Aleix Espargaro. Total dalam balapan tersebut Marquez telah di hokum sebanyak 3 kali yang akhirnya membuat dirinya harus mengakhiri balapan tanpa poin.

 

 

Tinggalkan Balasan