Primaberita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat daerah. Kali ini tersangka nya adalah Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra.

Menurut informasi, Adriatma diduga terlibat suap-menyuap dengan pihak swasta. Namun, sejauh ini belum diketahui secara pasti suap tersebut terkait proyek apa dan berapa nilai suapnya.

Tak hanya Adriatma, KPK juga menahan 7 orang lain yang merupakan staff dan pegawai di lingkungan Pemprov Sultra termasuk salah satunya ayah Adriatma yakni Asrun yang merupakan mantan Wali Kota Kendari dua periode.

Sejauh ini KPK belum memberikan keterangan resmi terkait operasi senyap Wali Kota Kendari ini. Namun dari ke 7 orang tersebut, hanya empat yang diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif termasuk Adriatma dan Asrun.

Sekedar informasi, Adriatma menjabat sebagai Wali Kota Kendari berpasangan dengan Sulkarnain Kadir. Mereka berdua terpilih lewat Pilkada serentak 2017 lalu. Adriatma merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN).

Adriatma meneruskan ayahnya yang menjabat sebagai Wali Kota Kendari selama dua periode, yakni 2007-2012 dan 2012-2017. Sebelum menjabat wali kota Kendari, Adriatma merupakan anggota DPRD Sulawesi Tenggara.