Vaksin Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa

vaksin tidak membatalkan puasa

PrimaBerita – Program vaksinasi Covid-19 yang telah berlangsung di Indonesia rencananya akan tetap berjalan hingga beberapa bulan ke depan. Termasuk saat bulan puasa pada April mendatang, lalu apakah vaksin covid-19 tidak membatalkan puasa?.

Vaksin Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa

Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH M Cholil Nafis menjelaskan, vaksin covid-19 tidak membatalkan puasa.

“Tidak batal. Boleh, karena tidak masuk dari mulut, hidung, dan jalan terusan lainnya,” kata Cholil kepada CNNIndonesia.com, Januari lalu.

Ustad Hilman Fauzi juga menjelaskan bahwa mendapatkan suntikan saat berpuasa boleh saja selama tidak mengandung vitamin atau makanan.

Ia mengatakan bahwa boleh saja melakukan suntikan saat berpuasa, asalkan suntikan tersebut tidak mengandung unsur vitamin atau makanan atau suatu zat yang dapat menambah energi, karena sama seperti makan dan minum lewat mulut dan hal itu membatalkan puasa.

Kajian fikih untuk imunisasi tetes dan suntik memiliki perincian hukum yang berbeda. Imunisasi dengan memasukkan cairan ke mulut dapat membatalkan puasa.

“Untuk imunisasi dengan cara meneteskan cairan ke mulut, hukumnya membatalkan puasa. Sebab, masuknya benda ke dalam rongga mulut dapat membatalkan puasa, baik untuk kebutuhan medis, asupan makanan, atau lainnya,” tutur Hilman.

Sementara itu, untuk vaksin yang melalui suntikan, Hilman menyebut para ulama memiliki pendapat yang berbeda. Ulama Madinah, Syaikh Hasan Bin Ahmad Bin Muhammad al – Kaff dalam Kitab Al-Taqrirat Al-Sadidah fi Al-Masail Al-Mufidah, halaman 452 menjelaskan tiga pendapat mengenai suntikan saat berpuasa.

Pertama, vaksin suntik membatalkan puasa secara mutlak karena kandungannya sampai ke dalam tubuh. Pendapat kedua, vaksininasi suntik tidak membatalkan puasa secara mutlak. Pasalnya, kandungan vaksin sampai ke dalam tubuh bukan melalui lubang yang terbuka.

Pendapat ketiga menjelaskan suntikan yang berisi suplemen, sebagai pengganti makanan atau penambah vitamin, dapat membatalkan puasa.

Jika tidak mengandung suplemen tapi dengan suntikkan lewat pembuluh darah maka membatalkan puasa. Sedangkan jika suntuikan lewat urat-urat yang tidak berongga maka tidak membatalkan puasa.

“Pendapat ketiga dirinci dengan detail dan ini pendapat yang paling bisa diterima. Wallahu a’lam,” kata Hilman.

Add a Comment