Manfaat Ikan Selar Untuk Kesehatan Tubuh, Jarang Disadari

manfaat ikan selar untuk kesehatan

PrimaBerita – Ikan selar (Selaroides leptolepis) adalah jenis ikan laut yang memiliki ciri berupa garis kuning pada bagian sisiknya. Berbagai manfaat ikan selar untuk kesehatan tubuh yang mungkin jarang anda sadari.

Seperti ikan pada umumnya, ikan selar menawarkan sejuta manfaat bagi kesehatan tubuh berkat kandungan gizi dalamnya. Bahkan, bisa mencegah penyakit kronis dalam tubuh.

Kandungan nutrisi dalam  ikan selar :

  • Energi: 100 kal
  • Protein: 18,8 g
  • Lemak: 2,2 g
  • Kalsium: 40 mg
  • Besi: 0,5 mg
  • Fosfor: 179 mg
  • Natrium: 43 mg
  • Kalium: 392,6 mg
  • Tembaga: 0,10 mg
  • Seng: 0,3 mg
  • Retinol (vitamin A): 45 mcg
  • Tiamin (vitamin B1): 0,37 mg
  • Riboflavin ( vitamin B2): 0,2 mg
  • Niasin (vitamin B3): 3,4 mg

Berikut Manfaat Ikan Selar Untuk Kesehatan Tubuh :

Menjaga kesehatan mata

Setiap 100 gram ikan selar mengandung setidaknya 45 microgram, untuk memenuhi kebutuhan vitamin. Terutama vitamin A yang sangat penting bagi tubuh. Antioksidan dalam vitamin A juga baik untuk menghasilkan fotoreseptor rhodopsin. Fotoreseptor rhodopsin adalah fotopigmen yang berada pada sel batang retina dan bertugas dalam penglihatan pada malam hari.

Oleh sebab itu, salah satu cara mencegah kekurangan vitamin A yaitu dengan makan ikan selar. Hal ini bertujuan agar kesehatan mata tidak cepat rusak hingga meningkatkan risiko rabun senja.

Meningkatkan fungsi otak

Ikan selar mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi. Asam lemak yang satu ini berperan dalam membangun membran sel pada seluruh tubuh dan otak.

Melansir dari Harvard Health, manfaat asam lemak omega-3 ini memberikan efek anti-peradangan dan antioksidan. Artinya, kandungan asam lemak pada ikan selar ini dapat meningkatkan sel otak dan mengurangi kerusakan otak.

Agar mendapatkan khasiat dan nutrisi omega-3 dari ikan selar dengan maksimal, Anda bisa menikmati ikan selar dengan cara memanggangnya.

Memelihara kesehatan tulang

Ikan selar kaya akan minyak yang menjadi sumber vitamin D dan memiliki tulang sebagai sumber kalsium. Bekerja dengan membantu tubuh menyerap kalsium. Sementara itu, kalsium berguna untuk menghasilkan tulang yang kuat dan sehat. Tanpa asupan vitamin D dan kalsium yang cukup, tulang mungkin akan kehilangan massa dan melemah.

Akibatnya, tulang akan mudah patah. Namun, kedua jenis vitamin dan mineral ini pun harus seimbang. Jika hanya memenuhi kebutuhan kalsium, tubuh akan kesulitan menyerap mineral tulang ini karena kekurangan vitamin D.

Mengurangi risiko obesitas

Melansir dari British Nutrition Foundation, sejumlah bukti menunjukkan bahwa rantai panjang n-PUFA pada ikan selar berdampak positif terhadap komposisi tubuh. Kandungan ikan selar ini terhadap tubuh, antara lain:

  • menurunkan berat badan,
  • mengurangi lingkar pinggang, dan
  • membakar lemak tubuh secara keseluruhan.
    Namun, penelitian lebih lanjut apakah ikan selar memiliki efek yang sama berlaku terhadap berat badan masih perlu.

Manfaat ikan selar untuk jantung

Kandungan omega-3 yaitu lemak tak jenuh yang dapat mengurangi peradangan pada seluruh tubuh. Peradangan pada tubuh ini dapat merusak pembuluh darah dan memicu penyakit jantung, serta stroke.

Kabar baiknya, asam lemak omega-3 menawarkan khasiat bagi kesehatan jantung dengan berbagai cara, antara lain:

  • mengurangi trigliserida,
  • menurunkan tekanan darah,
  • membantu menghambat proses pembekuan darah, dan
  • mengendalikan detak jantung agar tetap teratur.
    Maka dari itu, para ahli merekomendasikan makan ikan setidaknya dua kali dalam satu minggu agar risiko penyakit jantung berkurang.

Menambah massa otot

Ikan selar mengandung protein yang cukup tinggi, tetapi dengan kadar lemak yang rendah. Bagi penggemar olahraga dan ingin menambah massa otot, anda bisa mencoba mengonsumsinya.

Pada saat Anda berolahraga untuk menambah massa otot, kebutuhan protein mungkin akan lebih tinggi dan ikan ini bisa membentuk 10 sampai 35 persen dari total kalori untuk orang dewasa.

Mengatasi gangguan tidur

Sebuah penelitian dari Oxford University memberikan 600 mg DHA selama 16 minggu kepada 362 anak. 40 persen peserta tersebut mengalami gangguan tidur.

Para ahli kemudian mengamati kadar asam lemak tak jenuh (omega-3 dan omega-6) dalam darah. Hasilnya, kadar kedua kandungan dalam ikan yang lebih tinggi berkaitan dengan tidur yang lebih baik, termasuk gangguan tidur dan parasomnia.

Ilmuwan dalam penelitian ini berpendapat bahwa kadar DHA yang lebih rendah berhubungan dengan tingkat melatonin yang rendah. Tingkat melatonin ini memainkan peran penting dalam tidur, sehingga bisa memicu masalah tidur.

Meski memiliki banyak manfaat, and aharus ,mengonsumsinya secara wajar atau tidak berlebihan.

Add a Comment