Ini Bahaya Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Tidur Ngorok

bahaya kesehatan akibat ngorok

PrimaBerita – Beberapa orang mungkin pernah mengalami gangguan tidur seperti mendengkur atau ngorok. Tahukah anda, ada bahaya kesehatan yang bisa terjadi akibat tidur ngorok. Salah satu gangguan tidur yang satu ini banyak orang menjadikannya sebagai bahan tertawaan.

Bahkan da pula yang masih salah kaprah, menganggap ngorok sebagai wujud tidur nyenyak berkualitas. Namun, ada sejumlah bahaya kesehatan yang bisa terjadi akibat ngorok.

Bahaya Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Tidur Ngorok

Melansir dari CNNIndonesia , Spesialis saraf, dr Yuda Turana mengatakan bahwa gangguan tidur itu bisa pada kuantitas atau kualitasnya. Kalau kuantitas itu bicara jam tidurnya, sedangkan gangguan pada kualitas itu sleep apnea [ngorok]. Saat tidur tiba-tiba seperti kesedak atau batuk, dan bisa sampai kebangun.

Ia menambahkan bahwa ngorok memang terjadi pada orang yang tidurnya nyenyak. Namun yang baik, adalah tidur nyenyak tanpa ngorok. Saat ngorok, sebenarnya itu terjadi penyempitan dari jalur napas, terutama jalur napas yang atas. Dan saat terjadi penyempitan napas, bisa Anda bayangkan oksigenasi menjadi tidak maksimal.

Ia juga mengatakan bahwa, selain oksigenasi tidak maksimal, ngorok atau mendengkur dapat memicu stroke hingga serangan jantung.

“Ngorok merupakan faktor risiko mayor seseorang terkena vaskular, mau stroke ataupun serangan jantung,” katanya

“Itu disebut faktor risiko mayor, maksudnya meskipun dia kolesterolnya enggak tinggi, enggak diabetes, tapi tetap [ngorok] bisa menyebabkan stroke maupun serangan jantung,” paparnya.

Dokter spesialis saraf pada Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Nurul Rakhmawati Ismail pun mengatakan hal serupa.

“Ketika [ngorok] lidahnya jatuh ke belakang, maka asupan oksigen ke otak kurang. Dan itu bisa mengakibatkan stroke,” kata dr Nurul.

Melansir dari LiveStrong, dr. Ann Romaker, profesor dan direktur pada Sleep Medicine Center University of Cincinnati Medical Center, mengatakan ada bukti bahwa mendengkur bisa menjadi faktor risiko stroke.

Dalam sebuah studi Juni 2014, Laryngoscope, mereka menemukan bahwa semakin besar proporsi malam yang seseorang habiskan untuk mendengkur, semakin menyempit pada arteri leher.

“Mereka percaya getaran mendengkur menyebabkan robekan kecil pada lapisan arteri, yang kemudian tubuh perbaiki dengan meletakkan plak,” kata Romaker.

“Penumpukan plak itu meningkatkan kemungkinan Anda terkena stroke,” tambahnya.

Selain itu, Romaker juga mengungkapkan bahwa saat ngorok, tingkat oksigen dalam tubuh jadi naik turun sehingga membuat tekanan pada jantung, otak, dan pembuluh darah.

“Sleep apnea yang tidak diobati dari waktu ke waktu telah terbukti menyebabkan tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, gagal jantung kongestif. Masalah irama jantung, kecelakaan mobil, impotensi, diabetes, Alzheimer dan bahkan kanker,” ungkapnya.

Bahaya ngorok pada anak

Selain pada orang dewasa, ngorok juga bisa terjadi dan berbahaya pada anak-anak. Menurut dr Yuda, gangguan tidur pada anak akan mempengaruhi fungsi kognitif serta proses pertumbuhannya.

Ia mengtakan kurang tidur secara kuantitas baik kualitas, itu tentu akan mengganggu fungsi otak. Hal ini karena banyak zat kimia misalnya neurotransmitter, hormon pertumbuhan pada anak yang terjadi pada tidur.

Jika secara kuantitas dan kualitas kurang, tentu akan mengganggu proses-proses yang terjadi pada anak. Seperti proses pertumbuhan dan fungsional pada otak (seperti kecerdasan).

Add a Comment