Kisah Atlet Lari Yang Didiskualifikasi Karena Memakai Hijab

atlet lari hijab

PrimaBerita – Seorang atlet lari bernama Noor Alexandra Abukaam disikualifikasi karena memakai hijab saat bertanding di Ohio pada tahun 2019 pada sebuah pertandingan cross-country race.

Melansir dari AJ+, perempuan yang masih berusia 16 tahun ini pada saat itu berhasil mencapai garis finish. Semua orang bergembira dan menyambut hangat Noor sebagai pemenangnya. Namun, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama sebelum tawa riangnya kandas usai mendengar berita kalau ia terdiskualifikasi saat lomba sudah berakhir.

“Ini sangat membuat saya patah hati. It shattered karena saya bekerja sangat keras di (bidang olahraga) ini, pada perlombaan cross-country, dan juga untuk mengikuti perlombaan lari tingkat sekolah. Tapi semuanya harus berakhir karena sesuatu yang saya pegang teguh,” katanya.

Kebetulan, ayahnya menelepon pada saat yang sama. “Kamu tahu, saya sudah menangis, ia bertanya kenapa? Saya bilang saya d!diskualifikasi,” ungkapnya kepada AJ+.

Saat itu, Noor merasa sangat berat hati mengatakan alasan kenapa ia harus terdiskualifikasi. Pasalnya, sang ayah merupakan salah satu orang yang mendukungnya untuk berpegang teguh pada kepercayaan dan agama, termasuk mengenakan hijab.

Sayangnya, hal  tersebut berkaitan dengan izin waiver atau pengabaian yang seharusnya sang pelatih dari Ohio High School Athletic Association (OHSAA) ajukan.

Sang pelatih hanya meminta maaf dan mengatukan seharusnya ia mengajukan waiver dari awal.

Media lokal meliput kejadian tersebut dan mewawancarai Noor. Peliputan tersebut kemudian mendorong OHSAA untuk mencabut aturan untuk pengajuan waiver.

Perjuangan Noor untuk tetap menjalani apa yang ia cintai dan berkarya sebagai atlet lari tingkat sekolah mendapatkan dukungan dari Ibtihaj Muhammad, seorang atlet AS dan peraih medali emas pertama yang mengenakan hijab.

Sementara, hijab tak menghalangi Noor untuk terus memecah rekor-rekor barunya sebagai atlet lari.

 

Add a Comment