Ini Daftar Mobil Baru yang Tidak Menerima Jatah Pajak 0 Persen

daftar mobil pajak

PrimaBerita – Rencananya, kebijakan mobil baru akan menerima benefit relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mulai berlaku pada Maret. Namun tidak semua mobil baru ada daftar yang tidak dapat menerima jatah pajak 0 persen tersebut.

Kebijakan ini hanya berlaku untuk jenis kendaraan tertentu yakni sedan dan 4×2 dengan mesin 1.500 cc ke bawah. Yang produksinya dalam negeri dengan kandungan lokal 70 persen.

Kategori itu meliputi mobil kota, hatchback, MPV, SUV, serta Toyota Vios sebagai satu-satunya model yang masuk dalam jenis sedan produksi lokal dengan mesin 1.500 cc ke bawah.

Pemerintah beralasan pemilihan kategori mobil tersebut adalah segmen dengan pasar terbesar, artinya yang paling masyarakat gemari.ย  Pemerintah akan memberikan relaksasi PPnBM selama sembilan bulan secara bertahap. Dengan harapan bisa menyegarkan industri otomotif yang terpuruk karena pandemi Covid-19. Pilihan kategori dari pemerintah itu juga berarti mengesampingkan banyak model.

Berikut Daftar Mobil Baru yang Tidak Menerima Jatah Pajak 0 Persen

LCGC

Mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/ LCGC) adalah segmen kendaraan roda empat yang pasti tidak akan menerima relaksasi PPnBM dari pemerintah.

Sejak program LCGC pada 2013, pemerintah memang tidak pernah memungut PPnBM pada mobil-mobil jenis ini. LCGC baru, PPnBM nya sebesar tiga persen setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 73 tahun 2019 berlaku pada 15 Oktober 2021.

Ada delapan model yang masuk dalam kategori ini yaitu Toyota Agya dan Calya, Daihatsu Sigra dan Ayla, Suzuki Karimun Wagon R, dan Honda Brio Satya.

Mobil impor

Semua mobil impor secara utuh (Completely Built Up/CBU) tidak akan mendapat keuntungan dari relaksasi PPnBM. Agen Pemegang Merek (APM) yang sepenuhnya menjual produk impor dalam negeri yaitu Mazda, Peugeot, MG, Audi, Volkswagen, Hyundai, dan Kia.

Beberapa produk sebenarnya cocok dengan kategori mesin 1.500 cc ke bawah yangย  pemerintah tetapkan untuk relaksasi PPnBM. Seperti Daihatsu Sirion, Nissan Magnite, Kia Seltos, atau Honda City. Namun semua mobil tersebut statusnya impor jadi tidak masuk hitungan.

Mobil mesin 1.500 cc ke atas

Kapasitas mesin 1.500 cc adalah salah satu batas pengenaan PPnBM sebesar 10 persen, tarifnya semakin besar jika semakin ke atas.ย  Sebab itu kategori ini para APM gemari untuk mereka jual karena banderolnya bisa diolah tak begitu mahal.

Meski demikian masih banyak juga mobil dengan mesin di atas 1.500 cc yang ditawarkan mengingat masih ada konsumen yang mau membelinya.

Mobil dengan mesin di atas 1.500 cc di antaranya Toyota Innova dan Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport dan Outlander, Honda HR-V 1.8, serta sebagian besar mobil mewah merek BMW, Mercedes-Benz, dan Lexus.

Mobil 4×4

Kategori yang paling besar kena tarif PPnBM sebab itu populasi yang APM tawarkan juga sedikit. APM yang tetap ingin menjualnya mesti menghadapi konsekuensi menetapkan harga sangat mahal, meski begitu tetap ada konsumen yang mau membelinya dari kalangan tertentu untuk kebutuhan spesial.

Mobil 4×4 tersebut adalahย  Toyota Fortuner dan Hilux, Mitsubishi Pajero Sport, Nissan Terra, Jeep Wrangler, BMW X4 dan X5.

Add a Comment