Facebook Umumkan Blokir Konten Berita di Australia

facebook blokir konten Australia

PrimaBerita – Perusahaan Facebook mengumumkan pada Rabu (17/2) tidak lagi menyediakan konten berita pada negara Australia yang berasal dari media lokal ataupun internasional. Facebook mengumumkan blokir konten berita di Australia.

Pengumuman ini merespons rancangan undang-undang baru yang akan memaksa platform teknologi membayar royalti ke penerbit berita atas konten pemberitaan yang telah tayang.

Melansir dari CNN dalam unggahan blog, Campbell Brown, wakil presiden Faceboook untuk kerja sama pemberitaan global mengatakan apa yang tidak orang kenal usulan undang-undang dalam negara tersebut yakni sifat fundamental dari hubungan antara platformnya dengan penerbit.

Facebook Umumkan Blokir Konten Berita di Australia

Menurut Brown, Facebook tidak mencuri konten berita. Penerbit yang ia katakan justru memilih Facebook untuk membagikan cerita mereka.

“Saya harap kami bisa meliputi berita untuk masyarakat Australia sekali lagi,” ujar Brown.

Facebook menghadapi pilihan sulit antara mematuhi usulan undang-undang atau melarang konten berita pada layanannya d Australia. Namun dengan berat hati mereka memilih untuk menyetop layanan tersebut.

Selama sidang rancangan undang-undang yang masih berlangsung sejak Januari oleh senat Australia, Facebook sudah menjelaskan bisa memblokir konten berita jika itu mereka sah kan. Google dalam sidang itu juga mengancam menutup mesin pencarinya dari Australia jika rancangan undang-undang mendapat lampu hijau.

Namun sebelum Facebook mengumumkan sikapnya memberhentikan berita, Google telah bergerak mendekati penerbitdi Australia untuk memperdalam hubungan mereka.

Google dan kantor berita News Corp (NWS) yang pemiliknya adalah  konglomerat Rupert Murdoch sudah mengumumkan kontrak selama tiga tahun. Google bakal membayar izin atas konten News Corp yang meliputi Wall Street Journal dan New York Post.

Pertarungan antara penerbit dan platform teknologi telah berlangsung selama bertahun-tahun. Masalah ini semakin menekan platform teknologi setelah pemerintah Amerika Serikat, Australia, dan lainnya mulai serius menanggapinya.

News Corp CEO Robert Thomson berterima kasih pada CEO Google Sundar Pichai atas komitmen pada jurnalistik yang akan bergaungdi Australia. Ia juga menganggap hal ini adalah kemenangan besar perusahaan pada platform teknologi.

“Ini telah menjadi alasan yang kuat bagi perusahaan kami selama lebih dari satu dekade dan saya bersyukur bahwa syarat pertukaran telah berubah, tidak hanya untuk News Corp, tetapi untuk semua penerbit,” ucap Thomson.

Add a Comment