Waspadai, 5 Tanda Jamur Candida Menyebar ke Seluruh Tubuh

Tanda Jamur Candida Menyebar

PrimaBerita – Sudah tahu belum jamur candida?. Ketika anda sering mengalami gangguan pencernaan setelah makan. Kemudian anda merasa lelah, mudah terpancing emosi, pikiran buntu, ada ruam dan jerawat muncul pada kulit hal ini merupakan tanda adanya jamur candida menyebar ke seluruh tubuh.

Melansir The Candida Diet, Candida albicans atau biasa disebut Candida adalah spesies mikroorganisme yang tumbuh secara alami di dalam tubuh.

Candida dalam jumlah kecil biasanya hidup pada area tubuh yang hangat dan lembap, contohnya pada kulit, mulut, usus, vagina, dan rektum. Bahkan, dalam beberapa kasus Candida juga berperan dalam pencernaan serta penyerapan nutrisi.

Jika populasi Candida semakin lama anda biarkan, maka akan semakin banyak dan menyebabkan infeksi yang bisa bikin tubuh terasa nyeri dan terjadi peradangan pada seluruh tubuh.

Berikut 5 Tanda Jamur Candida Menyebar ke Seluruh Tubuh

1. Sariawan mulut

Pada bayi yang baru lahir, orang dengan sistem imunitas yang lemah dan orang tua, candida seringberkembang pada tenggorokan atau mulut yang menyebabkan sariawan.

Sebuah tinjauan ilmiah meneliti 24 artikel ilmiah perihal Candida serta cara penyebaran dan penyembuhannya. Sebuah studi dalam Journal of Clinical and Experimental Dentistry tahun 2014 mendapatkan fakta menarik. Yaitu individu yang memiliki kebersihan mulut yang buruk dan orang yang sering menggunakan gigi palsu yang mudah lepas mempunyai risiko Candida lebih tinggi.

Pertanda Candida merajalela pada mulut sering kali sariawan dengan bercak putih dan bergelombang pada tenggorokan, lidah, amandel, gusi. Jika semakin parah, bercak putih tersebut akan berdarah kalau anda kerok, nyeri lidah dan mulut, nyeri kerongkongan, hingga kesulitan untuk menelan.

2. Infeksi vagina atau infeksi saluran kemih

Meskipun sudah ekstra teliti dalam menjaga kebersihan area kewanitaan, sesuai penelitian yang telah terbit dalam American Journal of Obstectric and Gynecology tahun 1998, bahwa 78 persen perempuan pernah mengalami infeksi jamur paling tidak sekali seumur hidupnya.

Bahkan, separuh dari perempuan yang menjadi partisipan penelitian tersebut pernah mengalami satu atau lebih infeksi vagina berulang.

Gejala awal dari infeksi vagina adalah kemerahan, gatal, serta nyeri ketika berhubungan seksual. Ada juga yang mengalami keputihan dengan warna cairan putih yang sangat kental. Jika anda biarkan, infeksi ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih dan membuat sistem imunitasnya terganggu.

3. Infeksi pada kulit dan kuku

Kulit serta kuku adalah rumah bagi banyak bakteri baik yang mengendalikan penyebaran Candida. Akan tetapi, karena adanya perubahan lingkungan, kondisi kesehatan, suhu, atau tingkat kelembapan tubuh. Bakteri baik harus berjuang keras untuk mengendalikan pertumbuhan jamur tersebut.

Walaupun infeksi pada kulit terbilang luas, tapi area yang Candida sukai adalah bagian tubuh yang lembap dan hangat seperti ketiak, selangkangan, atau kaki. Tanda dari infeksi ini adalah ruam merah dan gatal.

4. Mudah lelah

Dalam sebuah laporan yang  dalam Journal of Orthomolecular Psychiatry tahun 1999, tim peneliti menemukan fakta bahwa Candida sering kali ada karena berkurangnya nutrisi, seperti asam lemak esensial, vitamin B6, dan magnesium.

Kekurangan magnesium inilah yang menyebabkan tubuh jadi lebih merasa lelah. Selain itu, Candida membuat sistem imunitas menurun dan membuat tubuh jadi mudah lemas.

5. Nyeri sendi dan tulang

Kalau infeksi Candida sudah memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh, mikroorganisme ini akan menginfeksi persendian dan menyebabkan radang sendi. Ini terjadi setelah pasien melakukan operasi atau ketika pertumbuhan Candida anda abaikan dalam waktu lama.

Candida pada bagian sendi akan membuat tulang terasa sakit, bengkak, dan kaku. Sebenarnya infeksi sendi dan tulang jarang terjadi, tetapi begitu itu terjadi, infeksi ini akan sulit untuk anda sembuhkan.

Walau Candida bisa menyebar ke seluruh tubuh, tetapi risiko tersebut bisa anda cegah selama anda menjaga keseimbangan bakteri dalam tubuh, terutama pada usus. Ada baiknya batasi makanan yang membuat Candida menyebar, seperti karbohidrat, gula rafinasi, dan produk susu dengan kandungan laktosa tinggi.

Sebaliknya, perbanyak konsumsi makanan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh seperti bawang putih, kunyit, minyak kelapa, lidah buaya, yoghurt, kombucha, dan sebagainya agar jumlah Candida tetap terjaga.

Add a Comment