Ini Beda Batuk Kering Biasa dengan Gejala COVID-19

batuk biasa dengan gejala covid-19

PrimaBeritaVirus corona menjadi ancaman bagi hampir semua negara, termasuk Indonesia. Mengetahui gejalanya sejak awal akan membantu mengurangi penyebaran Covid-19 ini.  Salah satu gejalanya ialah batuk, beda batuk kering biasa dengan batuk gejala covid-19 perlu untuk anda ketahui.

Indonesia sendiri merupakan negara yang masih memiliki kasus COVID-19 aktif terbanyak dalam Asia setelah India dan Iran. Menurut data Worldometer per 14 Januari 2021, tercatat 869 ribu kasus yang terjadi dalam Indonesia.

Ada baiknya anda mengenal gejala-gejala umum virus corona lebih dalam lagi, hal ini berguna untuk meminimalisir penularannya. Gejala batuk kering perlu anda ketahui lebih teliti, meski terdengar ringan namun anda tidak menyepelkannya. Batuk kering bisa jadi penanda infeksi virus.

Menurut laporan WHO dan pemerintah China, sekitar 68 persen penderita COVID-19 mengalami gejala batuk kering. Bahkan, batuk kering menjadi gejala umum kedua dalam 55.000 kasus yang terkonfirmasi.

Berikut penjelasan para pakar kesehatan soal Beda Batuk Kering Biasa dengan Gejala COVID-19

Batuk kering

Ahli alergi Purvi Parikh menjelaskan “Secara umum, batuk kering berarti batuk yang tidak mengeluarkan dahak atau lendir”.

Menurut Profesor Aline M. Holmes dari Rutgers University School of Nursing, penyebabnya termasuk alergi dan berada dalam ruangan dengan udara kering sepanjang hari. Pemicu lain batuk kering adalah penyakit GERD, asma, dan kebiasaan merokok.

Rasanya mengalami batuk kering

Dr. Holmes mengatakan, batuk kering bisa terasa seperti tanpa dahak. “Pada akhirnya, rasanya seperti paru-paru Anda teriritasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, batuk kering yang dialami penderita virus Corona adalah batuk yang sangat dalam dan rendah dari dasar paru-paru.

Waktu batuk kering menandai gejala virus Corona

“Batuk apapun yang juga ditandai demam di atas 100,4 Fahrenheit (38 derajat Celcius) harus diwaspadai,” kata Dr. Parikh seperti dilansir dari Prevention.

Melansir dari Science Alert, virus Corona mengiritasi jaringan paru-paru. Karena itu penderita akan mengalami batuk kering yang berkepanjangan. Gejala ini juga disertai dengan sesak napas dan nyeri otot.

Jika batuk kering anda rasa sudah terlalu mengganggu, sebaiknya Anda menghubungi dokter pada rumah sakit atau klinik terdekat. Pastikan Anda tetap menerapkan protokol kesehatan saat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Add a Comment