Hari Disabilitas Internasional, Pentingnya Kesetaraan Bagi Penyandang Disabilitas

hari disabilitas internasional

PrimaBerita – Setiap tanggal 3 desember diperingati sebagai hari disabilitas internasional dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai sponsornya sejak tahun 1992. Dalam rangka peringatannya bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat. Selain itu supaya dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat hingga hak dan kesejahteraan para penyandang cacat.

Menurut wikipedia, istilah disabilitas sendiri merujuk kepada seseorang yang belum mampu berakomodasi terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, kondisi ini meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, maupun adanya pembatasan partisipasi.

Secara global, peringatan hari disabilitas internasional mengambil thema ‘not all disabilities are visible’. Thema ini berfokus pada penyebarluasan kesadaran serta pemahaman yang tak terlihat secara langsung, layaknya gangguan mental ataupun kondisi penyakit kronis lainnya.

Lihat Juga: Ini 5 Gangguan Otak Paling Aneh dan Tidak Masuk Akal

WHO (otganisasi kesehatan dunia) mencatat bahwa ada sebanyak 15% dari populasi dunia hidup dengan kondisi seperti itu. Dan dari jumlah tersebut, 450 juta individu hidup dengan kondisi masalah mental tertentu. Selain itu informasinya dua per tiga dari kelompok tersebut tak mencari bantuan medis profesional lantaran stigma maupun penelantaran.

Lalu sebanyak 69 juta orang lainnya prediksi mengalami cedera otak traumatis setiap tahun. Sementara 1 dari 160 anak telah terindentifikasi mengalami autisme.

“Ini hanyalah beberapa contoh dari jutaan orang yang saat ini hidup dengandisabilitas yang tidak segera terlihat,” tulis IDPWD melalui laman resminya.

Lanjut IDPWD, hal tersebut menjadi suatu alarm atau pengingat akan pentingnya dalam menghilangkan hambatan bagi semua orang yang hidup dengan kondisi seperti itu. Baik yang terlihat dan juga yang tak terlihat.

Perihal lainnya IDPWD juga menyoroti dampak pandemi virus corona terhadap orang penyandangdisabilitas. Mereka menyebut bahwa pandemi telah memengaruhi kehidupan serta kesejahteraan mental pada penyandang dari seluruh dunia.

“Menyebarkan kesadaran akan kecacatan yang tidak terlihat. Serta potensi kerugian kesehatan mental ini sangat penting. Karena saat ini dunia terus berjuang melawan virus,” lanjut IDPWD.

Add a Comment