Waspadai, 7 Faktor Penyebab Penyakit Rematik Ini

Faktor Penyebab Penyakit Rematik

PrimaBerita – Gejala dan faktor penyebab penyakit rematik ini harus anda waspadai. Rematik merupakan penyakit yang menyerang sistem persendian. Penyebab rematik menyebabkan nyeri berkepanjangan yang bisa sangat menyakitkan.

Salah satu jenis rematik yang cukup umum adalah rheumatoid arthritis (RA). Penyebab rematik ini sangat terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Rheumatoid arthritis (RA) adalah kelainan autoimun yang menyebabkan peradangan pada persendian.

Penyebab rematik atau rheumatoid arthritis ini kerap menyerang bagian tangan dan kaki. Penyebab rematik bisa menyebabkan kekakuan pada persendian. Dalam kasus parah, penyebab rematik juga bisa memengaruhi paru-paru, jantung, dan mata.

Melansir dari Mayo Clinic, rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan Anda menyerang sinovium, lapisan selaput yang mengelilingi persendian. Peradangan yang dihasilkan mengentalkan sinovium yang pada akhirnya dapat menghancurkan tulang rawan dan tulang di dalam sendi.

Pada kondisi ini tendon dan ligamen yang menahan sendi melemah dan meregang. Secara bertahap, sendi kehilangan bentuk dan kesejajarannya.

Berikut 7 Faktor Penyebab Penyakit Rematik

Genetik

Riwayat dalam keluarga dapat meningkatkan peluang untuk mengembangkan rematik. Jika anggota keluarga menderita rheumatoid arthritis, Anda mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.

Trauma

Para peneliti telah mengaitkan trauma fisik sebagai penyebab rematik yang cukup potensial. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Open Access Rheumatology, trauma dapat memicu peradangan yang dapat menyebabkan rematik.

Contoh trauma meliputi patah tulang, dislokasi sendi, dan kerusakan ligamen. Trauma biasanya menyebabkan peradangan yang suatu hari bisa menyebabkan rheumatoid arthritis.

Infeksi

Peneliti menduga agen infeksi seperti bakteri bisa menyebabkan peradangan yang memicu rheumatoid arthritis. Sebuah penelitian  dalam jurnal Science Translational Medicine dari Johns Hopkins University pada Desember 2016 menemukan bakteri yang menyebabkan infeksi gusi inflamasi kronis dapat memicu RA.

Virus juga dapat berperan dalam memicu RA. Menurut Klinik Cleveland, orang dengan RA, rata-rata, memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi terhadap virus Epstein-Barr.

Hormon

Rheumatoid arthritis lebih banyak penderitanya wanita karena kadar hormon wanita dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit. Misalnya, beberapa wanita mungkin mengalami fluktuasi gejala rematik saat mereka hamil. Gejala seorang wanita bisa mereda saat ia hamil dan kemudian memburuk setelah kehamilan.

Menyusui, dan peningkatan kadar hormon yang terkait dengannya, juga dapat memperburuk gejala rematik.

Merokok

Merokok dapat memengaruhi penyebab rematik, tingkat keparahan gejala dan efektivitas pengobatan. Sebuah studi dalam Arthritis Research and Therapy menemukan bahwa bahkan merokok ringan berhubungan dengan peningkatan risiko Rheumatoid Arthritis.

Iritan dan polutan

Meskipun kurang dipahami, beberapa paparan seperti asbes atau silika dapat meningkatkan risiko pengembangan rheumatoid arthritis. Para peneliti telah mengaitkan paparan iritan udara dengan pengembangan rematik, ini termasuk asap rokok, polusi udara, dan insektisida.

Obesitas

Menurut Arthritis Foundation, diperkirakan dua pertiga orang dengan rheumatoid arthritis mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Lemak dalam tubuh dapat melepaskan protein yang berhubungan dengan penyebab peradangan. Secara khusus, lemak melepaskan sitokin, yang juga merupakan senyawa yang dilepaskan pada sendi yang meradang.

Semakin seseorang kelebihan berat badan, semakin parah gejala rematik mereka. Obesitas juga tampaknya memengaruhi pengobatan rematik.

Add a Comment