Kesulitan Ngurus Administrasi Pernikahan, Wanita yang Hamil Duluan Ini Malah Gantung Diri

Wanita yang Hamil Duluan Ini Malah Gantung Diri

PrimaBerita – Seorang wanita berinisial IPSP yang dengan kondisi hamil duluan nekat memilih mengakhiri hidup lantaran merasa kecewa oleh karena hambatan dalam pengurusan admistrasi pernikahan. Wanita tersebut mengakhiri hidupnya dalam kediaman calon mertuanya, kecamatan Medan Tuntungan (27/09/2020).

Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap menuturkan kronologi penemuan korban dalam kondisi tergantung. Saat menerima informasi, petugas dari kepolisian langsung mendatangi TKP dan memeriksa saksi terkait.

“Mendapatkan informasi tersebut petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi,” katanya, senin (28/09/2020).

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan bahwa dari sejumlah saksi, nekatnya korban untuk mengakhiri nyawa sendiri lantaran dugaan stres. Korban tengah hamil namun belum menikah.

Lihat Juga: Tidak Dapat Pelayanan Pengurusan KTP, Pria Ini Meninggal Dunia

“Motif gantung diri karena korban merasa kecewa dalam keadaan hamil 4 minggu. Namun menemui hambatan saat pengurusan administrasi pernikahan. Kartu keluarga tidak ada sementara harus mengurus N1 dan N2,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa saksi mata bernama Tania dari lokasi kejadian perkara menyampaikan kala itu ia hendak mengajak korban untuk makan. Pasalnya ia menerima informasi dari calon suami korban bahwa korban sudah dua hari tidak nafsu makan.

“Saksi melihat ke dinding jendela ada kaki tergantung dan spontan saksi terkejut dan teriak melihat korban sudah gantung diri di jerjak jendela kamar,” papar AKP Zulkifli Harahap.

Lihat Juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pemerkosa Mahasiswi Bergiliran

Melihat hal tersebut, saksi pun lantas membangunkan sang pemilik rumah yang tengah tidur pada ruang tamu serta memanggil Roy, calon suami korban wanita yang nekat mengahiri hidup dengan kondisi hamil duluan. Setelah itu mereka menurunkan jasad korban dan menghubungi pihak kepolisian.

Sementara mayat korban langsung terboyong ke RS Bhayangkara kota Medan Sumatera Utara beserta barang bukti yang korban gunakan untuk menewaskan hidupnya sendiri. Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Karena tidak dtemukan tanda-tanda kekerasandi tubuh korban. Kemudian dari kemaluannya juga dtemukan cairan,” tambah Zulkifli.

Add a Comment