Viral Video Satpol PP Patroli Pakai Sepeda Brompton, Ini Kata Kasatpol

Satpol PP Patroli Pakai Sepeda Brompton

PrimaBerita – Sebuah video satpol PP patroli pakai sepeda Brompton viral di media sosial. Hal tersebut viral lantaran harga sepeda Brompton sangat mahal bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Satpol PP Kota Makassar Imam Hud membenarkan video Satpol PP pakai sepeda Brompton saat patroli, Ia membenarkan bahwa mereka adalah anggotanya.

Namun Ia membantah sepeda mahal itu milik Satpol PP Makassar. Imam juga mengaku tidak suka, dia tidak ingin pihaknya dianggap bermewah-mewahan.

“Cuma kan saya itu, nggak sukanya, itu kesannya kami itu tidak merasakan susahnya hidup gitu loh, terlalu mewah. Artinya Jangan kesannya dipikir kami bermewah-mewahan,” ujar Imam kepada detikcom, Rabu (8/7/2020) malam.

Padahal, kata Imam, foto itu di-posting tahun lalu. Terkait persoalan baru viral sekarang ini dianggap Imam mungkin lantaran saat ini sepeda sedang diminati banyak kalangan.

Baca juga : Awas Beli Kemahalan, Ini Harga Wajar Sepeda Brompton

“Ini diviralkan sudah beberapa tahun lalu tapi tidak ada yang komen, sekarang komen, kenapa? karena banyak yang lagi boomingnya sepeda kan,” katanya.

Imam mengaku tidak akan ambil pusing mengenai sepeda Brompton tersebut, karena dia telah menjelaskan faktanya. Imam lalu berseloroh, jika anggotanya berfoto di depan alutista seperti Panser maka mungkin akan alutista tersebut akan dianggap juga milik Satpol PP Makassar.

“Yang jelas faktanya seperti itu, betul anggota saya tapi bukan sepeda saya. Untung anggota saya nggak foto di depan Panser Kavaleri, seandainya foto lagi, dibilang Satpol PP beli mobil Kavaleri,” ucap Imam sembari tertawa.

Imam menegaskan sekali lagi, tidak mungkin anggotanya bermewah-mewah, terutama saat darurat bencana seperti sekarang ini.

“Cuman karena ini viral, ya ndag papa, sudah terjadi. Yang penting saya berbicara apa adanya. Kenapa? ini penting. Kita kan dalam status darurat bencana, tiba-tiba kesannya Satpol PP bermewah-mewah dengan sepeda Brompton,” pungkas Imam.

Add a Comment