Operasi Kelaminnya Gagal, Ratu Kecantikan Transgender Ini Tuntut Klinik Kecantikan

Operasi Kelaminnya Gagal

PrimaBerita – Yolrawee Saisupee, seorang ratu kecantikan transgender di Thailand menuntut klinik kecantikan lantaran operasi ganti kelaminnya dianggap gagal. Yolrawee merasa harus menuntut klinik tersebut hanya karena ukuran vagina barunya tak sesuai dengan harapan. Ia juga mengaku telah ditinggalkan kekasihnya.

Menurut Daily Star, Yolrawee ditinggalkan sang kekasih lantaran vagina barunya tidak bisa memuaskan hasrat hubungan badan layaknya wanita normal pada umumnya. Bukan hanya itu saja, miss V buatan sedalam 7,6 cm juga telah menimbulkan bau tidak sedap akibat mengalami pembusukan.

Padahal Yolrawee mengklaim telah merogoh kocek sebesar 240.000 bath untuk operasi ganti kelamin. Namun aksi operasi kelaminnya tersebut dinilai gagal. Sebab kenyataannya hasilnya tidak sesuai seperti yang telah disepakati sebelumnya. Yolrawee dan klinik yang tak ingin disebutkan namanya itu sepakat untuk membuat miss V buatan dengan kedalaman 7 inch atau sekitar 17,7 cm.

Lihat Juga: Lagi-lagi Artis, VS Diamankan Polisi di Lampung Diduga Terlibat Prostitusi

Namun pasca operasi, kelamin buatan tersebut jadi busuk. Sehingga mengeluarkan nanah dan aroma tidak sedap. Oleh karena itu juga Yolrawee menjadi tidak bisa buang air kecil. Ia memutuskan untuk kembali ke klinik demi melakukan perbaikan. Hingga akhirnya kedalaman vaginanya hanya menyisakan 7,6 cm.

“Vagina sebelumnya busuk, bau, dan penuh nanah setelah operasi. Jadi aku kembali ke sana untuk diperbaiki. Namun setelah mereka merawat vaginaku yang membusuk itu masih berfungsi dengan benar dan aku tidak bisa pergi ke toilet,” katanya.

Wanita transgender yang masih berusia 23 tahun ini mengaku telah kesulitan tidur akibat dicampakkan sang kekasih. Hal tersebut terjadi lantaran kekasihnya frustasi dengan ukuran vaginanya.

“Aku sudah menghabiskan banyak uang agar bisa jadi wanita seutuhnya, tapi hasilnya justru sebaliknya,” ucap Yolrawee Saisupee yang diketahui juga telah mendatangi kantor pengacara di Nonthaburi, Thailand.

Add a Comment