Penyebaran Virus Corona di Indonesia Semakin Sulit Diprediksi

Penyebaran corona Indonesia semakin sulit diprediksi

PrimaBerita – Penyebaran virus corona di Indonesia semakin sulit diprediksi. Kurva data corona di Indonesia naik turun,  Pemerintah sempat merasa lega melihat kurva di Indonesia yang kasus nya mulai sedikit. Namun kelegaan itu ternyata sementara. Fluktuasi data mengenai COVID-19 di Indonesia menjadi penyebabnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengutarakan rasa syukurnya bahwa kenaikan ekstrem kasus COVID-19 tak terjadi di Indonesia. Dilihatnya, kurva kasus baru Corona cenderung mengalami tren penurunan dari hari ke hari, pelan tapi pasti.

Dia mengatakan bahwa angka kasus Corona per hari di Indonesia relatif rendah. Kurva tertinggi kasus Corona tiap harinya tak pernah melewati angka 500 kasus. Sementara angka pasien yang sembuh dari Corona semakin meningkat.

Tanggal 9 Mei, ternyata kurva kasus baru melonjak menembus batas perkiraan tertinggi Muhadjir, yakni 500 kasus baru. Sebagaimana terlihat di situs Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, kurva menyentuh angka 533 kasus baru. Sehari setelahnya, kurva turun menjadi 387 kasus baru.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Yuri) mengatakan, data kasus Corona masih naik-turun alias fluktuatif. Ia juga mengatakan di beberapa daerah, ada kecenderungan yang konsisten meningkat semakin sedikit, namun di beberapa daerah ada juga yang tidak konsisten.

Fluktuasi ini membuat kesimpulan susah untuk ditarik. Untuk saat ini, masih sulit untuk mengatakan tren kasus Corona di Indonesia mengalami penurunan atau bakal mengalami lonjakan tajam. Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin sulit diprediksi.

Add a Comment