Pandemi Corona, Keracunan Disinfektan pada Anak Meningkat

Keracunan Disinfektan pada Anak Meningkat

PrimaBerita – Ditengah pandemi corona, menjadikan masker, hand sanitezer, dan disinfektan tidak lepas dari kehidupan. Karena hal tersebut tidak jarang keracunan disinfektan pada anak menjadi meningkat.

Seperti di Amerika Serikat, telah terjadi keracunan disinfektan pada anak meningkat karena para orangtuanya menggunakan disinfektan untuk menghindari virus.

Temuan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan lebih dari 300 anak dirawat setiap hari karena keracunan. Rata-rata dua dari anak-anak tersebut meninggal dunia.

Sebuah studi yang dirilis CDC pekan lalu (24/4), menunjukkan laporan terkait keracunan disinfektan dan produk pembersih pada Januari hingga Maret naik 20,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Anak-anak merupakan orang yang berisiko paling tinggi keracunan disinfektan karena rentan terhadap bahan kimia. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak berusia lima tahun ke bawah.

Dari Januari hingga Maret, sebanyak 35,7 persen balita keracunan terkait dengan produk pembersih dan 46,9 persen terkait paparan disinfektan. Sedangkan sebanyak 8,9 persen remaja usia 6-19 keracunan terkait paparan produk pembersih dan 13,6 persen terkait paparan disinfektan.

Dalam studi CDC, penyebab keracunan tertinggi adalah karena seseorang menelan zat berbahaya, lalu diikuti karena menghirup produk. Oleh karena itu, setiap orang tua disarankan untuk menjauhkan produk pembersih dan disinfektan dari jangkauan anak-anak.

Saat menggunakan produk pembersih dan disinfektan pastikan anak-anak tidak berada di sekitar. Pastikan pula memiliki ventilasi yang baik agar zat kimia tidak terperangkap. Anak-anak yang menghirup bau disinfektan dapat mengalami iritasi pernapasan.

Jika anak-anak menunjukkan gejala keracunan seperti gatal-gatal, iritasi, sakit perut, mual, dan muntah, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.

Add a Comment