Ini 3 Negara Dengan Jumlah Kesembuhan Corona Tertinggi di Dunia

negara kesembuhan corona tertinggi di dunia

PrimaBerita – Negara yang memiliki jumlah kesembuhan corona tertinggi di dunia di mulai dari China. Menurut data, lebih dari 151 ribu orang di seluruh dunia dinyatakan sembuh dari virus corona. Tingkat kesembuhan global hingga Senin (30/3) mencapai 20 persen dari total 722.088 infeksi virus corona di seluruh dunia.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun situs Worldometers, jumlah pasien yang dinyatakan meninggal karena virus corona di seluruh dunia mencapai 33.976 orang atau 4,69 persen.

Angka kesembuhan yang tinggi di beberapa negara dapat memberikan harapan bagi negara-negara terdampak, dengan terus mangambil langkah-langkah untuk menekan penyebaran virus.

Berikut 3 negara dengan jumlah kesembuhan corona tertinggi di dunia

China

China disebut sebagai sumber penyebaran virus corona, di mana mayoritas kasus global dan kematian paling banyak berasal dari negara tersebut.

Pemerintah China segera menerapkan kebijakan karantina ketat, termasuk memberlakukan penutupan akses (lockdown) di provinsi terdampak Hubei pada Januari lalu. Pemerintah China juga memberlakukan larangan perjalanan dan menggalakkan kampanye menjaga jarak sosial (social distancing).

China memiliki angka kesembuhan paling tinggi di seluruh dunia yakni 75.700 kasus, 93 persen dari total 81.470 kasus corona yang ada di sana.

Korea Selatan

Berdasarkan data Worldometers, tingkat kesembuhan dari virus corona di Korea Selatan telah mencapai 54 persen atau 5.228 dari total 9.661 kasus yang ada di sana. Sebanyak 4.811 pasien di antaranya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Sabrtu (28/3) lalu.

Dilaporkan The Korea Times pada Senin (30/3), pejabat kementerian kesehatan Korsel Yoon Tae-ho mengatakan, tingkat kesembuhan yang terbilang tinggi di Korsel dapat dicapai karena pengujian agresif, pengawasan ketat, karantina, kebijakan menjaga jarak sosial, serta perawatan medis dari para dokter dan perawat.

Iran

Sebanyak 12.391 dari total 38.309 pasien infeksi virus corona di Iran dilaporkan sembuh atau 32,3 persen. Lebih dari 11 ribu pasien diperbolehkan keluar dari rumah sakit pada Jumat (27/3) kemarin. Sementara itu, pasien yang dinyatakan meninggal sebanyak 2.640 orang.

Kemenkes bahkan mengimbau para warga untuk mengunjungi situs daring mereka dan melaporkan gejala-gejala yang berpotensi, beserta identitas mereka. Data yang masuk dalam situs tersebut digunakan untuk mengidentifikasi jumlah potensi kasus.

Untuk itu, pemerintah Iran menangguhkan kegiatan belajar di sekolah dan universitas hingga April mendatang dan meniadakan kegiatan di parlemen guna menekan penyebaran wabah corona.

Mereka juga menutup sementara empat situs ziarah utama di Iran, termasuk makam Fatima Masumeh di Qom. Kegiatan salat Jumat pun dilarang.

Selain itu, pemerintah juga meminta seluruh warganya untuk tidak bepergian menjelang liburan Tahun Baru Persia. Namun, imbauan ini tidak dihiraukan oleh sebagian besar warga.Oleh karena itu, pemerintah Iran memberlakukan aturan pembatasan akses yang lebih ketat. Laporan media televisi pemerintah menunjukkan adanya pos-pos pemeriksaan polisi di pintu masuk dan keluar Teheran.

Selain tiga negara itu, Venezuela dan Bahrain juga tercatat memiliki tingkat kesembuhan tinggi meski tidak terdampak parah oleh virus corona.

Berdasarkan data di situs Worldometers, hingga hari ini, tingkat kesembuhan di Bahrain mencapai 54,5 persen, tertinggi setelah China. Bahrain juga hanya memiliki 499 kasus virus corona dengan empat kematian.

Sementara itu, sebanyak 39 pasien corona di Venezuela juga dinyatakan sembuh. Dengan demikian, 32,7 persen dari 119 orang terinfeksi corona di sana sudah kembali pulih, sedangkan tiga di antaranya meninggal dunia.

Add a Comment