UN Tetap Dilaksanakan, Kemendikbud Buat Protokol Cegah Corona

UN Tetap Dilaksanakan, Kemendikbud Buat Protokol Cegah Corona

PrimaBerita– UN (Ujian Nasional) pada tahun 2020 ini tetap dilaksanakan oleh Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) meskipun angka virus corona (Covid-19) terus bertambah di Indonesia.

“Kami memastikan UN tetap jalan, seperti orang ngantor tetap jalan. Maka UN tetap jalan tapi dengan ekstra kehati-hatian. Kami juga tentu mengikuti protokol yang sesuai Surat Edaran Mendikbud nomor 3 tahun 2020. Tapi khusus UN kami menambahkan beberapa hal teknis,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3).

Pelaksanaan UNBK 2020 akan diselenggarakan pada Maret hingga April mendatang. Jadwal itu dilaksanakan sesuai dengan jenis dan jenjang institusi pendidikannya.

Untuk tingkat SMK akan dijadwalkan pada 16-19 Maret. Pada 30 Maret-2 April jadwa SMA/MA. Kemudian pada tingkat SMP dijadwalkan pada 29-23 April.

Totok menyatakan, dalam pelaksanaan UN 2020 ini, terdapat delapan arahan dalam protokol pencegahan penyebaran corona. Hal itu merupakan turunan dari SE Mendikbud nomor 3 Tahun 2020 Pencegahan Covid-19 dalam Satuan Pendidikan.

Pertama adalah pihak sekolah wajib membersihakn ruangan sebelum dan sesudah digunakan oleh peserta UN selama masa ujian berlangsung.

Pembersihan itu dilakukan dengan menggunakan desinfektan pada seluruh fasilitas selama pelaksanaan UN yang disentuh oleh peserta. Pembersihan itu dapat dilakukan pada gagang pintu, saklar lampu, komputer, mouse, keyboard, meja, kursi, dan alat tulis lainnya.

Totok menjelaskan, jika dalam pelaksanaan UN terdapat tiga sesi ujian, maka akan ada tiga kali pembersihan dilakukan setiap harinya.

Setiap peserta wajib membersihan tangan sebelum dan sesudah ujian dilaksanakan. Kemudian, alat pembersih seperti tisu harus sedia setiap hari di ruangan. Untuk menghindari potensi penyebaran virus, peserta dilarang saling pinjam alat tulis atau peralatan lain.

Peserta juga diminta untuk menghindari kontak fisik, seperti bersalaman, ciuman tangan hingga berpelukan. Apabila peserta ujian merasakan  sakit dengan gejal ademam, batuk, pilek, atau sesak nafas, peserta tidak boleh memaksakan diri untuk hadir.

Jadwal Ujian Nasional susulan

Bagi Peserta yang tidak hadir, tetap dapat mengikuti  UN (Ujian Nasiona) susulan yang dilaksanakan kemendikbud sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Jadwal tingkat SMA, SMK dan sederajat digelar pada 7 sampai 8 April. Sementara untuk pelaksanaan UN susulan pada SMP dilaksanakan pada 29 sampai 30 April.

Kemudian, jadwal pelaksanaan UN susulan untuk paket C akan digelar pada 18 sampai 19 April. Sementara untuk paket B dilakukan pada 9 sampai 11 Maret.

Apabila pihak sekolah mendapati warganya memiliki gejala yang serupa virus corona, maka sekolah harus meminta yang bersangkutan untuk memeriksakan kesehatan diri ke rumah sakit terdekat.

Jika kasus tersebut berjumlah banyak, kepala sekolah harus langsung lapor ke Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.

Add a Comment