Jangan Lagi Semprotkan Cairan Disinfektan ke Tubuh, Ini Bahayanya!

Jangan Lagi Semprotkan Cairan Disinfektan ke Tubuh, Ini Bahayanya!

PrimaBerita – Penggunaan cairan disinfektan jadi marak disemprotkan di jalan. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia memperingatkan ke publik untuk tidak semprotkan cairan disinfektan ke tubuh manusia.

Sebab di dalam cairan disinfektan memiliki kandungan larutan yang menyimpan resiko kesehatan.

“Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, contohnya mata dan mulut,” tulis cuitan dari akun resmi WHO Indonesia di Twitter WHO, Minggu (29/3).

Bahan kimia yang dimaksud adalah alkohol klorin yang umunya terdapat  dalam kandungan bahan cairan disinfektan. Menurut keterangan WHO, menyemprotkan cairan disinfektan ke tubuh manusia sebetulnya juga tidak bisa membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Menggunakan alkohol dan klorin hanya bisa digunakan sebagai disinfektan virus dan bakteri pada permukaan benda. Hal ini pun harus dimanfaatkan sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertulis.

Dampak buruk cairan disinfektan disemprotkan ke tubuh

Laksana Tri Handoko, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,  membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa paparan dari cairan disinfektan berbahan alkohol maupun klorin yang berlebihan bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mata.

Oleh karen itu, Laksana tidak merekomendasikan untuk semprotkan cairan disinfektan langsung ke tubuh manusia.

“Memang itu dari awal tidak tidak dianjurkan memakai chamber disinfektan berbasis bahan kimia. Chamber dengan disinfektan itu biasanya dipasang di pintu lab dengan standar biosafety, di mana personil yang masuk memakai baju pelindung kedap yang seperti baju astronot,” jelas laksan.

Menurut Laksana Tri Handoko, mencuci tangan dan badan dengan  menggunakan sabun merupakan langkah paling ampuh untuk mengusir virus yang menempel di badan.

Namun, pemakaian hand sanitizer berbasis alkohol sebaiknya baru digunakan jika tidak memungkinkan untuk mencuci tangan atau akses air terbatas.

Berry Juliandi, Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) juga mengatakan bahwa selain iritasi, cairan disenfektan punya dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh.

“Alkohol, klorin dan H202 itu sebenarnya karsinogenik dalam jangka panjang jika terhirup ke dalam pernapasan manusia. Jika terkena kulit, mata atau lapisan berlendir lainnya, maka akan dapat mengikis lapisan itu dan malah mempermudah masuknya kuman ke dalam tubuh,” kata Berry.

Berry juga menambahkan bahwa cairan disinfektan juga bisa mengakibatkan selaput lendir pada tubuh menipis sehingga terjadi iritasi. Sehingga kuman akan mudah memasuki area tersebut dan menimbulkan peradangan.

Add a Comment