Ini 9 BUMN Sekarat yang Rencananya akan Ditutup Erick Thohir

PrimaBerita – Menteri BUMN Erick Thohir berencana untuk menutup atau menggabungkan (merger) BUMN yang sedang sekarat. Saat ini Erick tengah mengklasifikasi BUMN termausk mengelompokkan perusahaan plat merah dalam kategori dead-weight alias sekarat.

Ada 9 BUMN yang sedang sakit dan menjadi menjadi pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Sembilan perusahaan itu adalah PT Merpati Nusantara Airline (MNA), PT Survai Udara Penas, PT Industri Gelas, PT Kertas Kraft Aceh, PT Industri Sandang Nusantara, PT Kertas Leces, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Industri Kapal Indonesia.

Direktur Konstruksi Bisnis dan Manajemen Aset Dikdik Permadi mengatakan dari sembilan perusahaan, satu perusahaan yakni PT Kertas Leces gagal diselamatkan. Perusahaan ini sudah dinyatakan pailit, dan kini sedang menunggu likuidasi aset.

Saat itu, Dikdik mengatakan, Merpati menunjukkan progres yang baik. Meski, investor belum masuk menyuntikan modal.

Dikdik melanjutkan, PT Industri Gelas pun sudah lumayan maju progress penyehatannya. BUMN ini akan segera merambah industri fiberglass dengan bekerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Selanjutnya, Dikdik menuturkan, Industri Sandang Nusantara akan mengubah pola bisnisnya. Sebelumnya, perusahaan ini fokus ke industri hulu tekstil dengan pemintalan benang. Kini, bisnis akan berubah mengurus industri hilir garmen.

Usai rapat kerja dengan Komisi VI kemarin (20/2/2020), Erick menyebut, selain Industri Sandang Nusantara dan Kertas Kraft Aceh, BUMN yang tidak sehat ialah PT PANN. Perusahaan itu ialah PT PANN lantaran hanya memiliki 7 karyawan.

“Kita sedang menunggu keputusan Presiden dan Ibu Menkeu supaya BUMN bisa me-merger dan likuidasi,” terangnya.

Add a Comment