Banjir-Longsor di Tapteng, 8 Orang Tewas dan 114 Rumah rusak

PrimaBerita – Banjir-longsor yang terjadi di Tapteng atau Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara telah memakan kobran jiwa. Dalam laporan yang diterima 8 Orang tewas dan 114 unit rumah rusak serta 1.499 warga mengungsi.

Laporan diterima dari Sekretaris BPBD Tapteng, Agus Haryanto ” Jumlah korban meninggal dunia sampai saat ini 8 orang. Rumah rusak 114 unit, dan 1.499 warga kita mengungsi, ujarnya Kamis (30/1/2020).

Kondisi wilayah yang terkena banjir, kata Agus, saat ini sedang dalam proses pembersihan. Air yang sempat menggenangi beberapa wilayah sudah surut.

Agus juga menjelaskan saat ini pengungsi banjir membutuhkan bantuan. Pengungsi kekurangan bahan makanan dan selimut.

“Masyarakat di sini butuh bantuan beras, bahan makanan siap saji dan juga selimut,” jelasnya Agus.

Banjir di Tapteng ini terjadi pada Rabu (29/1/2020) pukul 01.00 WIB. Banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi. Peristiwa itu menyebabkan sekitar 1.000 orang warga di lokasi bencana mengungsi.

“Sebagian masih mengungsi dan sebagian masih bertahan di rumah masing masing. (Pengungsi) sekitar 1.000 orang,” kata Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Rabu (29/1/2020).

Dia mengatakan Pemkab Tapteng telah menyiapkan logistik bagi para korban banjir dan longsor tersebut. Dia mengatakan wilayah yang paling parah terdampak ada di Kecamatan Barus dan Andam Dewi.

“Makanan ada yang kami bagi langsung setelah dibungkus-bungkus dan ada Dinas Sosial kami menyiapkan mobil untuk langsung masak dan siap saji di SMP Negeri 1 Barus,” ucapnya.

Berikut data korban yang diketahui meninggal dunia akibat banjir-longsor di Tapteng:

  1. Adwirzah Tanjung (60 tahun)
  2. Idwaranisa (58 tahun)
  3. Marpaung (50 tahun)
  4. Juster Sitorus (55 tahun)
  5. Pardamean br Manalu (85 tahun)
  6. Abdul Rahman (72 tahun)
  7. Esrin Pane (48 tahun)

 

Add a Comment