Mengenal Edelweis, Bunga Cantik Tanaman Asli Indonesia

PrimaBerita – Bunga cantik Edelweis merupakan tumbuhan dikotil, sehingga Edelweiss berpotensi untuk dilestarikan dengan cara reproduksi vegetative buatan, salah satunya adalah stek batang.

Namun hal ini perlu diteliti lebih lanjut. Edelweiss adalah salah satu tumbuhan pionir. Edelweiss mampu bertahan hidup dan terus tumbuh di lahan yang krisis unsure hara.

Baca juga : Ini Manfaat Tanaman Lidah Mertua bagi Lingkungan

Untuk memenuhi kebutuhan unsure haranya, ia bekerjasama dengan jamurKerjasama ini dikenal juga dengan mikoriza. Jamur hidup pada perakaran Edelweiss untuk mendapatkan oksigen dan tempat hidup, sedangkan keuntungan Edelweiss adalah mendapat unsure hara dari jamur. Edelweiss dapat tumbuh hingga tinggi 8 meter, jika tidak diganggu oleh manusia.

Bunga Cantik Edelweis sebagai bahan obat herbal

Pada zaman peradaban kuno, bunga ini biasa dijadikan sebagai bahan baku obat herbal alami untuk berbagai macam penyakit seperti disentri, TBC, diare dan difteri.

Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan zat anti-oksidan yang ada pada bunga edelweis. Sehingga dapat digunakan sebagai obat alami pada masa itu.

Kandungan anti-oksidan yang cukup kaya pada tanaman tersebut, yaitu anti-mikroba yang berfungsi untuk membasmi bakteri serta jamur, juga mempunyai anti radang (anti-inflamasi).

Bukan hanya itu, dalam tanaman ini juga terkandung sifat pelindung yang baik bagi keremajaan sel kulit serta bisa membantu kulit terlihat awet muda dan melidungi dari radikal bebas.

Selain itu juga, bunga ini bisa diolah dan diminum layaknya “minuman teh” yang dapat berfungsi untuk membantu menormalkan kembali sirkulasi yang kurang baik, kanker payudara, difteri dan batuk.

Asal Bunga Edelweis

Seperti namanya, Anaphalis javanica merupakan tumbuhan asli Indonesia. Hanya saja, ia tak hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa, tapi juga di Sumatera, Sulawesi, Bali, serta Lombok. Umumnya, Anaphalis tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian minimal 1.000 m di atas permukaan laut (dpl).

Masyarakat setempat sendiri lebih sering menyebut Anaphalis javanica sebagai bunga edelweis tanpa embel-embel jawa. Mungkin dari situlah kerancuan dengan Leontopodium jadi sering muncul. Meski terkadang, ada juga yang menyebutnya sebagai senduro, tana layu, dan bunga abadi.

Baca juga : 5 Tanaman Rumah Ini Ampuh Untuk Mengusir Nyamuk

Sementara itu, Leontopodium diyakini berasal dari daerah pegunungan di Himalaya dan Siberia. Tanaman ini baru bermigrasi ke Eropa di zaman glasiasi kuarter yang berlangsung lebih dari 2,5 juta tahun silam. Di zaman modern, ia bisa ditemukan di kawasan pegunungan di Swiss, Jerman, Rumania, Austria, Slovenia, dll.

Tampilan bunga cantik edelweis tersebut dianggap menyerupai telapak kaki singa. Karena itulah genusnya disebut sebagai Leontopodium, yang berarti telapak kaki singa dalam bahasa Latin.

Add a Comment