primaberita-tni-al-tewas-kepala-terbungkus-plastik
Peristiwa

TNI AL Tewas Dengan Kepala Terbungkus Plastik Didalam Kamar

Primaberita – Seorang anggota TNI AL (Angkatan Laut), Arif Ario Prakoso (28) yang ditemukan tewas di kamar rumah neneknya dengan kepala terbungkus plastik, di Jalan Kedung Anyar 1, Surabaya Kamis (7/11/2019).

Sutika (80), nenek korban mengaku awalnya mengira sang cucu sedang tertidur pulas. Dia pun sempat membangunkan Arief pada pagi hari pukul 06.00 WIB. Setelah tak direspons, Sutika kembali mengedor pintu kamar korban pada pukul 10.00 Wib untuk memberikan sarapan pagi.

Nenek Sutika pun terkejut ketika melihat kondisi cucunya tidur terlentang dan kaki tertekuk serta kepala terbungkus kantong plastik putih. Karena dipanggil berkali-kali tak merespons, Sutika pun memanggil tetangga untuk memastikan kondisi cucunya.

Baca juga : Kasus Meme Joker Anies : Laporkan Ade Armando, Fahira Idris Diperiksa

Sampai akhirnya pihak warga menghubung kepolisian bersama Polisi Militer TNI. Sampai di lokasi rumah korban petugas pun melakukan pendobrakan pintu yang terkunci karena jendela terdapat besi teralis yang susah dijebol.

Jenazah korban kabarnya sedang diautopsi di RS dr Soetomo guna mengetahui penyebab kematian korban.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada II (Kadispen Koarmada II) Letkol Laut (P) Djawara H.T. Whimbo A mengatakan, berdasar informasi awal diperolehnya membenarkan korban tewas dengan kepala terbungkus plastik itu adalah benar anggota TNI AL.

Namun pihaknya masih belum bisa memastikan, pangkat dan jabatan yang diemban korban semasa hidup.

Disinggung soal dugaan kematian korban karena bunuh diri, Whimbo mengaku belum bisa memastikanya.

Karena proses penyelidikan untuk menguak sebab musabab tewasnya korban di dalam kamar berukuran 3 meter x 3 meter masih di dalami oleh pihak Polisi Militer TNI AL (POMAL).

Baca Juga : Cegah Munculnya Kanker Paru-Paru Dengan 5 Cara Ini

Korban terbilang sering menuangkan unek-unek batin dengan cata menuliskannya dalam medium kertas.

Tulisan itu disimpan korban di sebuah lemari di dalam kamar paling depan berukuran 3 meter x 3 meter.