Satpol PP Bobol Bank DKI Jakarta via Atm Hingga Rp32 Miliar

primaberita-bank-dki

Primaberita – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dilaporkan Bank DKI Jakarta ke polisi kasus dugaan bobol Bank DKI Jakarta Via ATM.

Modusnya, mengambil uang hingga Rp32 miliar secara bertahap karena saldo di rekening tak berkurang meski penarikan terus dilakukan.

Sebelumnya, Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat membenarkan ada salah satu stafnya berinisial MO yang mendapat panggilan dari Polda Metro Jaya perihal kasus pencucian uang.

Baca juga : Jembatan Lengkung Terpanjang Di Dunia, Ini Kisah Perancangnya

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Arifin menyebut pembobolan bank DKI itu diduga dilakukan 12 anak buahnya pada periode Mei sampai Agustus. Nilainya mencapai Rp32 miliar.

Ia menjelaskan kasus itu bermula saat salah satu pegawai tidak tetap di Satpol PP DKI tersebut melakukan penarikan uang di ATM Bersama menggunakan kartu ATM Bank DKI.

Pada percobaan kedua, lanjutnya, MO memasukkan PIN yang benar. Usai penarikan dilakukan, anggota mengetahui bahwa saldonya tidak berkurang dan kembali melakukan transaksi.

Arifin mengatakan para anggota Satpol PP tersebut dipanggil oleh polisi dan sudah melakukan pengembalian uang kepada bank DKI terkait bobol bank DKI Jakarta. Namun, ada beberapa anggota lain yang masih dalam proses pengurusan.

Ia mengklaim anak buahnya tidak melakukan korupsi ataupun pencucian uang. Menurut informasi, anak buahnya mengambil uang namun saldo tidak berkurang. Kejadian ini menurut pengakuan anak buahnya sudah berlangsung sejak Mei sampai Agustus.

Arifin mengatakan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada polisi. Ia pun mengaku sudah menyiapkan sanksi jika anggotanya terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Terkait : Edhy Prabowo Mengungkapkan Kejanggalan Kepemimpinan Susi

Terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan perlu ada evaluasi manajemen perbankan agar bisa meyakinkan nasabah bahwa bank pemerintah daerah aman.

Senada, Anggota DPRD DKI Jakarta Syarif berharap Bank DKI terbuka kepada publik terhadap persoalan pembobolan itu.

Add a Comment