primaberita-saat berlibur ke bali
Travel

Hati-Hati, Jangan Nekat Lakukan Ini Saat Liburan Ke Bali

Primaberita – Saat anda pergi liburan ke Bali, setidaknya anda akan menemukan beberapa hal yang unik dan aneh. Namun jangan sampai anda nekat melakukan sesuatu hal di tempat-tempat tersebut. Seperti pohon yaang diberi kain, sesajen dan sebagainya.

Berikut Hal yang jangan nekat di lakukan saat liburan ke Bali

Pohon yang diberi kain poleng atau kain bercorak hitam-putih, merupakan pemandangan yang lazim dilihat saat berada di Pulau Bali. Sebagai wisatawan yang datang ke Bali, tentu perlu menghormati adat istiadat yang berlaku di Bali. Salah satunya tentu saja jangan sembarangan buang air kecil, apalagi jika dilakukan di pohon.

Nyoman Suani selaku Serati Banten (ahli membuat sajen khas Bali), menjabarkan bahwa wisatawan terutama laki-laki harus berhati-hati saat buang air kecil di pohon.

Perempuan asli Bali itu menjelaskan bahwa jika pohon yang sudah diberi sarung dengan corak hitam dan putih dipandang sakral atau disucikan oleh orang Bali. Jadi pohon tersebut jangan sampai diludahi apalagi dikencingi. Kerap kali jika tidak ada toilet, tujuan utama untuk buang air kecil adalah pohon. Orang Bali percaya beberapa pohon ada penunggunya.

Banten ( sajen) khas Bali. Umumnya sajen ini terbuat dari janur dan dipenuhi dengan bunga warna-warni serta aneka buah atau jajanan. Sajen-sajen ini memiliki nilai spiritual dan dihormati bagi masyarakat asli Bali terutama pemeluk agama Hindu Dharma.

Canang sari merupakan upakara (perlengkapan) keagamaan umat Hindu Dharma untuk ritual persembahyangan setiap harinya. Sajen paling umum dapat dilihat di setiap sudut Bali adalah canang sari. Bentuknya bulat atau kotak dan diisi dengan daun dan bunga warna warni, serta diberi dupa. Ukurannya setelapak tangan.

Nyoman Suani selaku Serati Banten, menjabarkan bahwa wisatawan hendaknya jangan menginjak canang maupun jenis sajen yang banyak ditemukan bila berkunjung ke Bali. Canang sari dan sajen jenis lainnya mudah ditemukan di setiap perempatan, pagar, pohon besar, tempat suci, bahkan di jalan.

Ia menghimbau agar wisatawan sebaiknya berhati-hati. Jangan sampai menginjak, menendang, dan melangkahi sajen, terutama dengan niatan sengaja. Faktanya sudah ada orang yang menendang dan akhirnya keseurupan dan kembali ke Bali untuk minta ampun.