Loading...
primaberita-https://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Eropa
Ekonomi Bisnis Internasional

Eropa Menghentikan Pendanaan Proyek Berbahan Bakar Fosil di 2022

Primaberita – Badan investasi Uni Eropa mengatakan bakal menghentikan pendanaan proyek-proyek berbahan bakar fosil di 2022 nanti. Ini dilakukan sebagai upaya memerangi perubahan iklim.

“Kami berhenti membiayai bahan bakar fosil dan kami akan meluncurkan strategi investasi iklim paling ambisius dari lembaga keuangan publik manapun,” kata Presiden European Investment Bank (EIB) Werner Hoyer dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip AFP.

Ia pun mengatakan setidaknya EIB akan menggelontorkan US$ 1,1 triliun untuk investasi ramah lingkungan. Keputusan ini dilakukan pasca permintaan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang meminta EIB berubah menjadi bank iklim.

Loading...

Baca juga : Tol Terpanjang Di Indonesia Siap Diresmikan Presiden Jokowi Hari Ini

Sementara Uni Eropa mengatakan menghentikan pendanaan, Wakil Presiden EIB yang bertanggung jawab pada energi, Andre McDowell mengatakan keputusan tak berinvestasi di fosil diambil setelah konsultasi publik pada pemberi pinjaman.

Meski mengakui tak akan menyentuh energi fosil, buktinya EIB masih berinvestasi di gas. Bahkan badan ini menyediakan 2,5 miliar euro untuk proyek-proyek jaringan pipa gas tahun lalu.

Di belahan bumi lain, walau Eropa semakin ketat, pemerintah Amerika Serikat (AS) sedikit lebih longgar pada pengembangan energi ini. Bahkan Presiden AS Donald Trump tengah mempersiapkan proposal untuk meninggalkan Paris Agreement.

Tujuannya terkait mempermudah birokrasi untuk entitas bisnis AS. Pasalnya perjanjian ini mengingat perusahaan AS untuk tunduk pada sejumlah aturan guna mengurangi pemanasan global.

Jika benar keluar, AS akan menjadi satu-satunya negara yang berada di luar perjanjian itu. Perjanjian ini sendiri di tanda tangani 55 negara anggota yang tergabung dalam united Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC).

Terkait : Damai Dagang AS-China Tertunda, Harga Emas Antam Naik Lagi

Sebelumnya, dalam kampanye Trump memang berjanji akan membatalkan perjanjian itu. Menurutnya, Paris Agreement merugikan ekonomi AS. Perjanjian itu telah mengekang industri listrik, mobil dan sektor pengeboran minyak dan gas.