Jumlah Utang Luar Negeri Menaik Tajam Dalam Pemerintahan Jokowi

primaberita - jumlah utang luar negeri

PrimaBerita – Dalam Periode I pemerintahan Jokowi, Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah Utang Luar Negeri (ULN) sektor swasta mencapai US$ 197,21 miliar. Dari jumlah tersebut, US$ 51,07 miliar atau Rp 723,11 triliun adalah utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Meskipun proporsi jumlah Utang Luar Negeri BUMN terbilang kecil dibandingkan dengan total ULN sektor swasta, yakni hanya 25,89%. Namun nilai tersebut tumbuh sekitar 40% dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Jauh melampaui pertumbuhan ULN swasta secara umum yaitu 9,3% YoY.

Laporan

Dalam laporan yang ditulis 11 September 2019, Moody’s Investor Service (Moody’s) menyebutkan bahwa BUMN di Indonesia menunjukkan performa utang yang mengkhawatirkan. Dikarenakan memiliki kemampuan manajemen utang implisit paling rendah dibandingkan dengan negara lain.

Jika menelusuri pertumbuhan utang BUMN, terutama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). BUMN yang menerbitkan obligasi, terlihat bahwa dalam 5 tahun terakhir, jumlah utang emiten BUMN melesat 66,39% dari Rp 2.966,37 triliun menjadi Rp 4.935,78 triliun.

Baca juga: Harus Diganti! 6 Menteri Dengan Kesalahan Fatal Terbesar. Siapa Saja ?

Jumlah Utang

Jumlah utang PT Hutama Karya (Persero) melesat 1061,76% alias lebih dari 11 kali lipat menjadi Rp 58,3 triliun. Dari sebelumnya Rp 5,02 triliun sejak Desember 2014

Lalu diikuti oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang meningkat 960,84% ke level Rp 103,72 triliun di semester I-2019 dari Rp 9,78 triliun di Desember 2018.

BUMN karya mencatatkan pertumbuhan utang paling tinggi, tapi dari sisi total nilai maka emiten BUMN perbankan menduduki posisi teratas. Namun emiten perbankan mencatatkan jumlah utang paling besar, apalagi bank BUKU IV, tapi itu merupakan Dana Pihak Ketiga (DPK) dicatatkan dalam struktur liabilitas.

Baca juga: Terungkap Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Add a Comment