primaberita-retas-perusahaan-amerika
Editor Choice Internasional Teknologi

Hacker Indonesia Retas Perusahaan Amerika Hingga 30 M, Ini Modusnya

Primaberita – Seorang pemuda berhasil retas perusahaan Amerika Serikat hingga meraup uang hingga miliaran rupiah. Hacker Indonesia tersebut meretas server sebuah perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Pemuda berinisial BBA (21) itu diketahui mengontrak sebuah rumah di Padukuhan Biru, Trihangggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun barang bukti yang diamankan meliputi, laptop jinjing, dua unit ponsel, identitas pribadi, satu kartu ATM BNI, satu unit rakitan CPU, dan sebuah moge.

Baca juga : Pesan Presiden Jokowi Untuk Pemuda Di Hari Sumpah Pemuda

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, peretasan tersebut dilakukan dengan modus serangan program jahat (virus komputer) jenis ransomware.

BBA membeli ransomware atau malware yang mampu mengambil alih kendali, yang berisi Cryptolocker di pasar gelap internet atau dark web.

Kemudian, ransomware tersebut dikirimkan secara luas ke lebih dari 500 alamat email di luar negeri. Menurut penuturan warga, BBA dan istrinya dikenal tertutup dan tidak bersosialisasi dengan tetangga.

Salah satu korban yang menerima email tersebut adalah perusahaan di San Antonio, Texas, AS. BBA berhasil retas perusahaan Amerika tersebut. Sementara, ketika korban membuka email tersebut, maka software perusahaan akan terenkripsi.

Hal inilah yang menjadikan kesempatan BBA untuk meminta uang tebusan kepada korban. Sebab, jika tidak diberikan uang tebusan dalam waktu tertentu, maka sistem perusahaan itu akan lumpuh.

Terkait : Kesepakatan Perang Dagang Diteken November, AS-China Damai

Atas ancaman tersebut, mau tidak mau korban mengirimkan biaya tebusan kepada pelaku dalam bentuk Bitcoin.

Diketahui, selama lima tahun menjadi hacker dengan modus ransomware, BBA mampu meraup untung sebanyak 300 Bitcoin atau sekitar Rp 31,5 miliar.