32 Kuliner Semarang Yang Harus Dicoba. Bikin Ngiler

11. Es Puter Conglik

Cuaca Semarang yang begitu panas membuat kerongkongan jadi mudah kering. Jika sudah demikian, menyantap es atau minuman segar tentu bakal jadi ide bagus.

Rasanya segar dan dibuat menggunakan bahan alami. Harganya juga tidak terlalu menguras kantong. Es Puter Cong Lik sendiri termasuk salah satu makanan legendaris di Semarang. Menurut beberapa sumber, pemiliknya sudah mulai berjalan sejak tahun 1984 silam.

12. Makan Mak Tompo

Jika bingung memilih menu sarapan, pergi ke warung prasamanan rasanya jadi pilihan paling masuk akal. Salah satu warung prasmanan terkenal di Semarang adalah Warung Makan Mak Tompo.

Warung kenamaan ini berada di Jl Karanganyar no 37. Dari sekian banyak menu yang disajikan, beberapa yang jadi andalan antara lain cumi hitam, pepes udang, dan udang pete. Warung Mak Tompo buka antara pukul sembilan pagi hingga empat sore.

13. Mie Kota Kembang

Julukan Kota Kembang lebih sering disematkan pada Bandung. Namun jangan salah, sajian Mie Kota Kembang justru menjadi salah satu ciri khas kuliner Semarang lho. Hidangan lezat ini bisa Teman Traveler temui di Jl MT Haryono 405 dan Jl Tambak Mas no 73. Mereka buka mulai pukul tujuh pagi hingga sembilan malam.

14. Asem-asem Koh Liem

Jika berniat mengunjungi kuliner legendaris Semarang, tempat ini wajib disambangi. Lokasinya ada di Jl Karang Anyar no 28/C4. Mereka juga sudah buka sejak pukul tujuh pagi.

Restoran Koh Liem menyediakan beragam varian masakan Cina. Namun tentnu saja, yang paling terkenal adalah asem-asemnya. Hidangan ini terdiri dari potongan daging sapi disiram kuah asam-manis. Rasanya sangat unik dan memanjakan lidah. Jangan lewatkan pula sajian cumi kecap dan kulit ayamnya yang legendaris.

15. Sajian di Warung Kaligarong

Waroeng Kaligarong adalah salah satunya. Berlokasi di Jl D.I Pandjaitan no 64, warung ini menyediakan beragam menu masakan khas Nusantara. Teman Traveler bisa memilih antara cumi hitam, nasi campur, dan sajian lainnya. Namun yang selama ini jadi andalan tak lain adalah Bebek Goreng Sambal Mangga Muda.

Bebek yang digunakan di warung ini adalah bebek muda. Otomatis dagingnya lebih empuk. Selain itu rasanya juga sangat gurih, karena semua bumbunya meresap sempurna.

16. Soto Bangkong Semarang

Soto Bangkong Semarang bisa jadi salah satu alternatif. Cita rasanya begitu unik dan istimewa. Meski disajikan dalam keadaan hangat, kuah soto ini bakal terasa segar begitu menyentuh kerongkongan. Tak mengherankan, mengingat Soto Bangkong sudah mulai beroperasi sejak 1950an.

Rahasia kelezatan Soto Bangkong ada pada komposisi bahannya yang begitu pas. Seporsi soto biasanya hadir dengan sejumlah pelengkap seperti ayam suwir, bawang goreng, bihun, irisan bawang, dan kuah kaldu ayam.

17. Itik Emas Resto

Semarang juga dikenal dengan kuliner peranakannya. Beberapa masakan di Venetie van Java lahir dari pengaruh budaya Belanda serta Tiongkok. Salah satu restoran yang menyajikan masakan semacam itu adalah Itik Emas Resto yang ada di Jl Mayjen Sutoyo no 59.

Semua masakan di sini diolah menggunakan resep rempah Tiongkok kuno dan dipadukan dengan beberapa bahan masakan khas Indonesia.

18. Mie Kopyok Pak Dhuwur

Mie Kopyok Pak Dhuwur bisa ditemukan di Jl Tanjung no 18. Mereka buka mulai pukul delapan pagi hingga empat sore. Porsinya lumayan banyak, sangat cocok dijadikan pemadam kelaparan di siang hari. Kombinasi rasanya begitu pas, gabungan unsur mie, lontong, tauge, kuah kaldu, serta kerupuk beras.

19. Toko Oen Semarang

Jejak Belanda di Semarang masih terasa sangat kuat hingga kini. Bukan hanya di kawasan Kota Lama, yang disesaki banyak bangunan lawas berarsitektur Eropa, namun juga beberapa restoran legendaris. Salah satunya adalah Toko Oen yang terletak di Jl Pemuda no 52.

Beberapa sajian khas Eropa bisa ditemukan di sini, seperti uitsmijter, kaasstengels, huzarensalade dan masih banyak lagi. Tak heran jika tempat unik ini kerap dikunjungi sejumlah turis asal luar negeri, terutama mereka yang berasal dari Belanda.

20. Sate di KoenoKoeni

Nama KoenoKoeni sendiri terinspirasi dari istilah Jawa, Kuna-Kuni, yang artinya sangat tua atau kuno. Filosofi tersebut terwujud lokasi restoran yang berada tepat di tengah-tengah area candi dan dilengkapi bangunan berbentuk joglo.

Sembari menyantap nasi campur, asem-asem ikan patin, atau nasi langgi, Teman Traveler bisa melihat-lihat beberapa benda antik yang dipamerkan di sini.

Baca juga: Perbedaan Telur Omega-3 dengan Telur Biasa

Add a Comment