Pemangkasan Tarif Pajak Penghasilan Menjadi 20 Persen

PrimaBerita – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan pemangkasan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan dari 25 persen menjadi 20 persen. Kebijakan itu akan berlaku mulai 2021 mendatang. 

Penjelasan

Sri Mulyani menjelaskan penurunan tarif PPh Badan dilakukan demi mengurangi tekanan bagi dunia usaha di tengah tekanan perlambatan da ketidakpastian ekonomi global. Tujuannya, agar dunia usaha memiliki ruang lebih untuk mengoptimalkan produksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. 

“Presiden sampaikan bahwa kami harus bisa me-respons kebutuhan ekonomi yang dinamis, cepat, dan dari perubahan kebijakan fiskal di berbagai negara,” terang Sri Mulyani. 

Penurunan Tarif Pph

Kendati menurunkan tarif PPh Badan, namun ia memastikan kebijakan ini tidak akan memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, pemerintah sudah melakukan perhitungan matang terhadap formula tarif dan imbas pengurangan potensi penerimaan (potential loss) atas kebijakan ini. 

“Kami sudah hitung dampak. Dan, presiden serta wapres sudah memberikan arahan bagaimana ini bisa dilakukan dengan tetap menjaga APBN agar tidak alami tekanan,” ungkapnya. 

Selain memberikan pemangkasan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan, sambung dia, pemerintah juga menurunkan tarif PPh bagi perusahaan yang akan melantai di bursa saham. Rencananya, pemerintah memberi tambahan pengurangan tarif sebesar 3 persen menjadi 17 persen saja. 

“Artinya bisa 17 persen, ini sama dengan PPh di Singapura, terutama bagi perusahaan go public yang baru mau masuk bursa,” jelasnya

Baca juga: Lega! Perang Dagang AS-China Bakal Berakhir Juga

Add a Comment