Lifestyle

Bahaya Penggunaan Gadget Terhadap Anak, Tips Mengatasi

PrimaBerita – Pada era serba digital seperti sekarang ini para orang tua harus lebih waspada menjaga buah hatinya dari hal-hal tidak diinginkan yang dihasilkan oleh pola penggunaan gadget oleh anak.

Survei

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada 2018, menunjukkan bahwa sebanyak 16,8% dari total pengguna internet berada pada kelompok usia 13-18 tahun.

Selain itu, bisa dilihat di lingkungan sekitar bahwa saat ini banyak anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun telah diberikan perangkat gadet-nya sendiri. Hal ini sebenarnya yang harus menjadi perhatian bagi para orang tua. Pasalnya, gadget memang bisa memberikan hiburan dan nilai positif pada anak, tetapi ada juga dampak negatif yang akan timbul bila tidak diawasi dengan benar.

Pernyataan Psikolog

Psikolog Universitas Tarumanegara Roslina Verauli mengatakan bahwa anak berusia dibawah 10 tahun harus dibatasi penggunaan gadget-nya seminimal mungkin. Dia menyarankan agar hanya membolehkan anak tersebut memainkan perangkat teknologi dan internet itu paling banyak 1 jam sehari.

“Usia anak sampai 10 tahun itu merupakan waktunya untuk mereka bermain. Boleh saja kalau mereka memang ingin bermain menggunakan gadget, tapi waktunya harus dibatasi. Selebihnya, cobalah agar anak bermain secara nyata,” katanya

Dia menjelaskan tidak baik membiarkan anak memiliki perangkat ponsel sendiri tanpa pengawasan karena dikhawatirkan anak bakal kecanduan, “Di gadget kan bisa ngapain aja, hiburan, komunikasi, belajar juga ada jadi ngga bisa dipungkiri anak juga bakal seneng mainnya,” imbuhnya.

Dampak

Menurutnya, anak yang kecanduan dengan gadget bukan hanya berbahaya secara fisik – berkaitan dengan kesehatan mata dan dampak radiasi – tetapi juga berpengaruh terhadap pola perilaku secara sosial.

Dikhawatirkan, anak yang lebih sering menghabiskan waktunya di depan gadget bakal kesulitan berkembang secara sosial misalnya karena jadi jarang berkomunikasi langsung dengan orang lain sehingga perkembangan emosionalnya tidak stabil.

Baca juga: 7 Makanan Yang Membuat Kulit Bayi Lebih Cerah