Benarkah Operasi Bariatrik untuk Obesitas, yang Bisa Bantu Pangkas Lemak

Primaberita.com – Jika diet dan olahraga rutin tak membuat berat badan turun, biasanya orang dengan obesitas akan ditawarkan untuk melakukan operasi bariatrik. Operasi ini dapat membantu Anda dalam memangkas lemak-lemak di dalam tubuh. Namun, tidak semua orang gemuk bisa menjalani tindakan medis ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelumnya.

Apa itu operasi bariatrik?

Operasi bariatrik adalah tindakan medis khusus yang ditujukan untuk mengatasi kegemukan. Biasanya, penurunan berat badan pascaoperasi bisa mencapai 40-68% dalam selang waktu 2 tahun.

Operasi ini juga dilakukan dengan beberapa prosedur, tergantung dengan masing-masing kondisi pasien. Tujuan utama dari operasi bariatrik adalah untuk menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat dan mencegah berbagai penyakit kronis yang mengintai.

Meki terdengar menjanjikan, tak semua orang gemuk dapat menjalani operasi ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Memiliki indeks massa tubuh lebih dari 35 dengan penyakit komorbid (penyakit penyerta)
  • Mengalami dua atau lebih penyakit kronis
  • Berat badan tak kunjung turun meski telah melakukan diet dan pola hidup sehat
  • Tidak sedang mengonsumsi obat-obatan yang dapat bertentangan dengan operasi bariatrik
  • Memiliki motivasi yang kuat.

Walaupun Anda mengalami hal-hal tersebut, Anda tetap tidak bisa menjalani operasi ini jika:

  • sedang hamil
  • mengalami kelainan hormon yang membuatnya obesitas
  • sedang kecanduan obat
  • punya penyakit psikiatrik yang tidak terkontrol tidak diperbolehkan melakukan operasi ini.

Bagaimana prosedur operasi bariatrik?

Untuk membuat pasien mencapai berat badan idealnya, tindakan medis ini dilakukan dalam beberapa prosedur yang berbeda.

Membatasi ruang lambung

Prosedur ini dilakukan supaya makanan yang masuk ke lambung tidak terlalu banyak, sehingga bisa memangkas kalori tubuh. Beberapa prosedur yang dapat membuat ruang di lambung menyempit yaitu prosedur ikat lambung (vertical banded gastroplasty). 

Memanipulasi lambung

Tindakan medis ini dilakukan dengan cara sleeve gastrectomy (SV), yaitu mengangkat beberapa bagian organ pencernaan. Tujuannya lagi-lagi untuk membatasi makanan yang masuk dan dicerna. Selain itu, Roux-ex Y gastric bypass (RYGB) juga dilakukan, dengan cara membagi area organ pencernaan menjadi lebih kecil. Jadi, perut cepat penuh dan rasa kenyang pun tahan lama.

Prosedur kombinasi

Prosedur ini akan membuat malabsorpsi zat gizi makro dan zat gizi mikro yang masuk ke dalam tubuh, cara ini dilakukan untuk membatasi penyerapan makanan yang masuk. Contoh prosedur ini adalah biliopancreatic diversion (BPD) dan BPD dengan duodenal switch (BPD DS).

Apa yang harus dipersiapkan supaya operasi bariatrik berhasil?

Sebelum menjalani operasi bariatrik, pasien akan diperiksa dan dilihat kondisinya. Pasien juga akan diberikan pengetahuan terkait perubahan diet yang harus dilakukan setelah operasi, efek samping, serta risiko dari tindakan medis ini.

Tim medis juga akan menjelaskan berapa besar peluang keberhasilan dari operasi bariatrik. Selain itu, ada juga pemeriksaan tambahan yang perlu dilakukan sebelum prosedur dilakukan, yaitu:

  • Fungsi paru dan tes sleep apnoer syndrome
  • Pemeriksaan kelainan metabolik dan endokrin, lipid darah, TSH
  • Pemeriksaan kelainan gastro-esophageal (Helicobacter pylory dll)
  • Mengukur kepadatan tulang
  • Komposisi tubuh
  • Resting energy expenditure

Apakah ada diet khusus yang harus dilakukan sebelum operasi?

Selama 2 sampai 4 minggu sebelum operasi, pasien disarankan untuk menerapkan diet rendah kalori (1000-1200 kalori per hari) atau diet sangat rendah kalori (± 800 kalori harian).

Biasanya, pasien juga akan diperiksa jumlah vitamin dalam tubuh. Bila ada salah satu vitamin yang jumlahnya kurang dari normal, maka akan diberikan diet khusus untuk meningkatkan kadar vitamin tersebut sebelum operasi.

Makanan yang harus dihindari sama sekali, yaitu:

  • Gula, makanan yang mengandung gula tersembunyi
  • Jus buah kemasan
  • Makanan tinggi lemak
  • Gorengan
  • Alkohol

Sementara, Anda juga harus membatasi makanan berikut ini: makanan yang harus dibatasi:

  • Produk susu
  • Tepung-tepungan
  • Beberapa jenis buah dan sayuran (seledri, sayur mentah, buah kering, buah dengan kulit)
  • Daging yang keras
  • Soda

Lalu, apakah tetap harus menjalani diet setelah operasi bariatrik?

Tentu saja Anda harus tetap menjalani diet khusus, supaya hasil operasi makin maksimal. Umumnya, diet yang diberikan akan disesuaikan dengan tekstur dan bentuk makanan. Pasien yang baru saja menjalani operasi, akan diberikan makanan cair hingga nanti akhirnya kembali ke makanan padat.

Penerapan diet bertahap ini dilakukan selama kurang lebih 4 sampai 6 minggu, disesuaikan dengan kondisi pasien masing-masing.

Makanan cair

Selama di rumah sakit akan diberikan makanan cair bening yang bebas gula, sebanyak  2-4 kali setelah operasi. Cairan yang harus diminum sekitar 14-30 ml per 20 menit dan tidak boleh menggunakan sedotan

Makanan pure

Setelah makanan cair, pasien mulai bisa diberikan makanan lumat yang rendah lemak dan tanpa gula. Biasanya, makanan ini akan diberikan sampai pasien keluar dari rumah sakit.

Makanan lunak

Setelah 3-4 minggu keluar dari rumah sakit, pasien dianjurkan untuk makan makanan lunak. Sedikit berbeda dengan pure, makanan ini sudah memiliki tekstur di dalamnya.

Makanan padat

Lama-kelamaan, lambung dan organ cerna pasien semakin kuat dan normal, sehingga dapat diberikan makanan padat. Nah, biasanya jenis makanan yang diberikan tergantung dengan diet yang harus dijalani.

Jika bingung, sebaiknya tanyakan dan konsultasikan pada dokter, diet seperti apa yang harus Anda lakukan pascaoperasi.

Pemberian vitamin dan mineral

Selain dari bentuk makanan yang harus diatur secara bertahap, biasanya diberikan juga suplemen khusus yang mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin D, dan asam folat.

Sementara itu, makanan tinggi gula dan lemak juga tetap harus dipantang usai menjalani operasi bariatrik. Makanan yang mesti dihindari dan dibatasi pascaoperasi, sama seperti sebelum Anda menjalani operasi.

Apakah ada efek samping setelah melakukan operasi ini?

Efek samping yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat, tergantung dengan jenis prosedur yang dilakukan. Namun, efek samping yang paling sering muncul adalah:

  • Masalah pencernaan, seperti kesulitan menelan, konstipasi, diare, mual, intoleransi pada beberapa jenis makanan
  • Kulit kendur di area bekas operasi
  • Kekurangan vitamin dan mineral
  • Pembentukan batu empedu (karena penurunan BB terlalu cepat)
  • Rambut rontok, yang biasanya terjadi sementara

Semoga bermanfaat untuk sobat Prima, Jika ada kritikan dan saran boleh comment di bawah ya ! Biar kita sama-sama saling berbagi ilmu pengetahuan. Dan jaga terus kesehatan tubuh sobat Prima ya, karena tubuh yang sehat itu mahal.

Terimakasih !….

Add a Comment