Ekonomi Bisnis Nasional

Nilai Ekspor Indonesia Kalah Dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia, Jokowi Kesal

Primaberita.com – Menilai ekspor Indonesia kalah jauh dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengaku sangat kesal.

Menurutnya, meski nilai ekspor Indonesia sampai 2017 mengalami surplus namun hal tersebut masih kalah dengan negara tetangga. Dan jika hal itu terus terjadi, Jokowi menilai Indonesia akan disusul oleh Kamboja dan Laos.

“Saya sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita ini kuncinya hanya ada dua, bagaimana kita bisa meningkatkan investasi, yang kedua meningkatkan ekspor. Hanya itu. Tidak ada yang lain,” ujar Jokowi.

“Tapi yang sangat jelas, kalau kita lihat angka-angka ekspor Indonesia sudah sangat kalah jauh tertinggal dengan negara sekitar kita. Ini fakta dan angka-angka itu ada. Dengan Thailand kalah kita, Malaysia kalah kita, dengan Vietnam kalah kita. Kalau kita terus-teruskan seperti begini bisa kalah dengan Kamboja dan Laos,” lanjut Jokowi.

Lebih jauh Jokowi menambahkan jika nilai ekspor Thailand pada tahun lalu sebesar US$ 231 miliar, Malaysia US$ 184 miliar, dan Vietnam sebesar US$ 160 miliar. Sedangkan Indonesia hanya sebesar US$ 145 miliar.

Atas dasar informasi data fakta tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap jika nilai ekspor Indonesia yang hanya sebesar US$ 145 miliar agar bisa lebih ditingkatkan lagi bahkan lebih besar dari yang dicapai saat ini.

“Ini fakta, negara sebesar ini kalah dengan Thailand yang penduduknya 68 juta, Malaysia 31 juta, Vietnam 92 juta, dengan SDM yang sangat besar kita kalah. Ini ada yang keliru. Ini harus diubah. Ini tanggung jawab saudara-saudara semua.” tambah Jokowi lagi.

“Kalah dengan Thailand penduduk 68 juta bisa ekspor US$ 231m, Malaysia penduduk 31 juta bisa ekspor. 184 miliar, Vietnam juga sama baru beberapa tahun merdeka bisa ekspor US$ 160 miliar,” beber Jokowi.

“Ini perlu kita ulang-ulang supaya kita sadar semuanya, ada yang keliru dan banyak yg keliru, yang rutinitas monoton kita lakukan bertahun tahun tanpa perubahan. Kita merasa bekerja tapi kalau dibandingkan hasilnya, ini ngomong apa adanya,” tutup Jokowi.