PrimaBerita – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) mengantisipasi kekeringan akibat kemarau panjang di wilayah Jakarta.

Kemarau Panjang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung hingga Oktober atau November mendatang. Hujan diperkirakan baru akan turun pada akhir November atau awal Desember.

Anies menyebut instruksi gubernur itu nantinya bakal menjadi landasan hukum untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta BUMD dan pihak swasta melakukan pengelolaan air bersih di Jakarta.

“Sekarang sedang disiapkan (Ingub), terkait dengan penggunaan sumber daya ekstra supaya mereka punya dasar hukum untuk melakukan kegiatan-kegiatan ekstra,” tutur Anies

Pemetaan Daerah

Disampaikan Anies, saat ini pihaknya juga telah melakukan pemetaan daerah atau wilayah mana yang mengalami kekeringan.

“Kita punya petanya, mana wilayah yang sering banjir, mana wilayah yang sering kekurangan air. Di tempat-tempat itu nanti kita akan lakukan langkah esktra,” ujarnya.

Namun Anies tak menjelaskan apa langkah ekstra yang ia maksud untuk mengantisipasi kekeringan itu. Ia hanya menegaskan bahwa langkah ataupun upaya antisipasi itu bakal dilakukan oleh semua pihak, termasuk pihak swasta yakni Palyja dan Aetra.

“Semua yang ada di dalam lingkungan DKI kita akan libatkan,” ucap Anies.

Baca juga: Belajar Dari Pengalaman, LRT Jabodetabek Diberi Cadangan Listrik Berlapis