saham gudang garam
Economy Ekonomi Bisnis

Saham Naik, Asing Borong Saham Gudang Garam Rp 48 M

Primaberita – Kendati sahamnya menguat hari ini, Senin (4/3/2019), asing mencatat jual bersih atas saham Gudang Garam. Mencapai Rp 48 miliar, terbanyak kedua setelah PT Astra International Tbk (ASII) di urutan pertama sebesar Rp 58,36 miliar.

Nilai transaksi saham Gudang Garam bahkan terbanyak mencapai Rp 219,84 miliar dengan volume perdagangan 2,26 juta saham. Sepekan terakhir asing sudah membukukan net sell sebesar Rp 27,32 miliar. Sebulan terakhir net sell asing tembus Rp 105,58 miliar di semua pasar. 

Dalam sebulan terakhir saham GGRM naik 14,25% dengan kenaikan hari ini 3,79% di level Rp 95.200/saham dan membentuk kapitalisasi pasar mencapai Rp 182,16 triliun.

Sentimen penggerak saham emiten tembakau, salah satunya Gudang Garam, dipengaruhi ekspektasi prospek industri ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi meneken aturan baru tarif cukai hasil tembakau (CHT). Peraturan berlaku efektif mulai 1 Januari 2019. 

Aturan tersebut yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 156/PMK.010/2018 tentang perubahan atas PMK 146/PMK.010/2017 tentang tarif cukai hasil tembakau.

Penetapan tarif cukai pada tahun ini tetap berdasarkan PMK 146/2017. Ini berarti tidak ada kenaikan tarif cukai seperti yang dalam beberapa tahun terakhir sudah dilakukan.

Hanya saja investor tampaknya mencoba merealisasikan keuntungan atau profit taking. “Kami positif tentang industri rokok Indonesia tahun ini dan memiliki rekomendasi beli baik untuk GGRM maupun HMSP [PT HM Sampoerna Tbk] dengan target price masing-masing Rp 93.000 dan Rp 4.500/saham,” tulis riset Ciptadana Sekuritas belum lama ini.

Pemicu lainnya adalah peraturan pajak baru yakni 57% pajak cukai, untuk penggantian tembakau seperti vape dan sirup gula (atau shisha).

Katalis positif ini akan memungkinkan produsen rokok menaikkan harga.”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan