Primaberita.com – Keinginan Presiden Joko Widodo untuk mengalihkan bahan bakar biodiesel 20 (B20) ke biodiesel 100 (B100) dinilai Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin adalah langkah yang keliru.

Dalam penjelasan nya, Amin menguraikan jika hal itu bukanlah solusi yang tepat mengingat bahan bakar biodiesel yang sangat ini menggunakan campuran minyak sawit tentu akan mengalami penggunaan sawit yang lebih besar seiring bertambahnya kandungan tersebut.

“Kami tegaskan bahwa solusi atau strategi Capres 01 dan Capres 02 untuk isu energi terbarukan itu (Biodiesel) dinilai tidak solutif. Semakin banyak sawit yang digunakan untuk energi terbarukan akan membutuhkan lahan yang semakin banyak pula.” papar Amin.

“Itu artinya kita akan menggerus dan mengorbankan hutan untuk energi terbarukan ini. Jika alam rusak, maka kita semua tentu sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Jadi ini bukan solusi yang baik,” lanjut Amin.

Untuk diketahui, dalam debat Capres kemarin Jokowi mengatakan akan mengurangi penggunaan energi fosil dengan cara terus mengembangkan bahan bakar biodiesel. Bahkan nantinya biodiesel yang sudah pada B20 akan terus dikembangkan hingga B100.

“Di bidang energi ke depan kita ingin sebanyak-banyaknya mengurangi energi fosil. Biodiesel, biofuel sudah kita mulai melakukan produksi B20 kita teruskan sampai B100. Sehingga ketergantungan energi fosil semakin berkurang dari tahun ke tahun,” tukas Jokowi.